US Treasury punya potensi firepower hampir $1 triliun lewat TGA. Ini bisa jadi quasi-QE yang mendukung obligasi, emas, kripto, dan ekuitas tanpa Fed bertindak.
Di tengah kekhawatiran pasar terhadap yield obligasi 30 tahun yang kembali merayap mendekati 5,25%, ada satu variabel yang belum banyak diperhitungkan investor ritel: Treasury General Account (TGA) dengan saldo sekitar $935 miliar.
Angka itu bukan sekadar kas idle. Dalam konteks tekanan pasar obligasi jangka panjang saat ini, TGA berpotensi menjadi instrumen intervensi yang jauh lebih masif dibandingkan operasi buyback yang sudah berjalan. Untuk konteks, buyback obligasi jangka panjang yang baru saja dinaikkan dari $2 miliar menjadi $4 miliar per operasi — yang seharusnya memberikan relief ke pasar — ternyata hanya bersifat sementara. Yield 30 tahun tetap naik. Artinya, skala intervensi saat ini masih jauh dari cukup untuk menggeser sentimen pasar secara struktural.
Di sinilah TGA masuk sebagai wild card. Jika US Treasury menggunakan saldo TGA untuk membeli kembali obligasi berdurasi panjang, mekanismenya bekerja tanpa perlu menerbitkan utang baru. Pasokan long bonds di pasar berkurang, harga obligasi tertopang, dan yield berpotensi turun. Yang lebih penting: likuiditas tunai langsung tersuntik ke sistem keuangan — tanpa Fed harus mengumumkan program QE secara resmi. Inilah yang disebut quasi-QE.
Potensi firepower TGA lebih dari 200 kali lipat ukuran satu operasi buyback saat ini. Ini bukan perbandingan yang bisa diabaikan begitu saja. Jika bahkan sebagian kecil dari $935 miliar itu diarahkan ke pasar obligasi, dampaknya terhadap kondisi keuangan secara keseluruhan bisa signifikan.
Secara historis, kombinasi likuiditas yang meningkat, berkurangnya pasokan obligasi jangka panjang, dan pelonggaran financial conditions cenderung memberikan tailwind positif bagi tiga kelas aset sekaligus: emas, aset kripto, dan ekuitas. Logikanya sederhana — ketika yield turun dan likuiditas bertambah, risk assets menjadi lebih menarik secara relatif.
Satu hal yang perlu digarisbawahi: $935 miliar itu belum dikomitmenkan ke mana pun. Ini adalah potensi, bukan kepastian. Keputusan penggunaan TGA sepenuhnya ada di tangan Bessent dan US Treasury, bukan The Fed. Tapi justru di situlah menariknya — pasar obligasi yang volatile memberi tekanan politik dan pasar yang cukup besar untuk mendorong Treasury bertindak lebih agresif, tanpa harus menunggu pivot dari Fed.
Bagi investor yang memantau arah kebijakan likuiditas global, TGA adalah variabel yang layak masuk radar — bukan sebagai sinyal beli otomatis, tapi sebagai faktor struktural yang bisa mengubah dinamika pasar obligasi dan aset berisiko dalam beberapa kuartal ke depan.