S&P 500 cetak rekor mingguan +3.6%, Nasdaq composite melesat 5.3%. Airbnb, Microchip, dan saham-saham pilihan jadi motor rally pekan ini.
Pasar saham Amerika Serikat menutup pekan dengan catatan yang cukup impresif. S&P 500 berhasil mencetak rekor baru, naik sekitar 3.6% secara mingguan — angka yang terasa mengejutkan justru karena pergerakannya tidak terasa dramatis dari hari ke hari. Inilah yang sering disebut sebagai stealth rally: pasar naik perlahan tanpa banyak fanfare, dengan rotasi sektoral yang terus berputar di bawah permukaan.
Jika S&P 500 terlihat solid, Nasdaq Composite tampil lebih agresif dengan kenaikan 5.3% dalam sepekan. Nasdaq 100 mencatat performa serupa, sementara Dow Jones Industrial Average naik lebih moderat di kisaran 3%. Russell 2000 — indeks yang merepresentasikan small caps — juga tidak ketinggalan, naik 3.5% untuk minggu ini dan menambah 1% pada sesi terakhir Jumat.
Jobs Report Jadi Katalis Utama
Salah satu faktor terbesar yang mendorong equity market pada sesi Jumat adalah data tenaga kerja yang lebih lemah dari ekspektasi. Angka yang miss dari konsensus ini langsung memicu spekulasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga. Dengan kata lain, bad news di data ekonomi menjadi good news bagi pasar — dinamika klasik yang masih sangat relevan dalam siklus kebijakan moneter saat ini.
Namun investor perlu tetap realistis. Masih banyak data yang akan masuk sebelum keputusan Fed di bulan September, termasuk angka inflasi CPI dan PPI yang akan dirilis minggu depan. Dua data ini akan menjadi penentu apakah narasi rate pause bisa bertahan atau justru terbalik.
Saham-Saham yang Menggerakkan Pasar
Airbnb: Demand Perjalanan Masih Kuat
Airbnb menjadi top gainer di S&P 500 maupun Nasdaq 100 pada sesi ini, dengan lonjakan 17.4% dalam sehari. Perusahaan menaikkan forecast pendapatan tahunannya untuk kedua kalinya dalam tahun yang sama, mengutip permintaan yang solid di pasar AS dan Eropa. Proyeksi pertumbuhan revenue kini berada di kisaran mid-teens secara tahunan, disertai peningkatan margin untuk adjusted earnings. Nights and experiences booked tumbuh 10% ke 148.3 juta di kuartal kedua. Saham kini naik sekitar 28% year-to-date, dan ekspansi ke segmen boutique hotel rooms membuka potensi revenue stream baru yang menarik untuk dicermati ke depannya.
Microchip Technology: Guidance Kalahkan Konsensus
Sektor semikonduktor kembali menjadi sorotan positif. Microchip Technology mencatatkan kenaikan hampir 14% setelah perusahaan merilis guidance adjusted EPS untuk kuartal kedua yang melampaui rata-rata estimasi analis. Sejumlah analis merespons dengan menaikkan price target mereka, mendorong saham ini lebih dari 30% dalam sepekan.
Sektor Material dan Discretionary Ikut Naik
Tidak semua rally datang dari teknologi. Sektor materials menjadi outperformer hari ini dengan kenaikan sekitar 1.5%, diikuti consumer discretionary. Ini memperkuat tesis bahwa rotasi sektoral sedang berjalan — ketika satu kelompok tertekan, kelompok lain mengambil alih momentum. Sementara itu, communication services dan energy menjadi laggard dalam sesi ini.
Sisi Gelap: Beberapa Saham Rontok Signifikan
Di sisi lain, tidak semua nama berakhir dengan senyuman. Trade Desk ambruk 22% setelah melaporkan earnings kuartal kedua dengan guidance revenue kuartal ketiga yang jauh di bawah estimasi analis. Saham ini sudah turun 89% dari level tertingginya di 2020, dan setidaknya empat brokerage menurunkan rating mereka pasca laporan terbaru ini. Ini adalah pengingat bahwa dalam pasar yang sedang rally pun, earnings execution tetap menjadi faktor penentu harga saham secara fundamental.
Under Armour turun 4.5% setelah perusahaan memproyeksikan penurunan revenue yang lebih tajam dari perkiraan sebelumnya. Upaya turnaround melalui pemangkasan lini produk dan pengurangan diskon belum cukup mengimbangi tekanan permintaan di beberapa pasar kunci. Kehilangan endorsement bintang besar juga menambah beban tersendiri terhadap brand equity perusahaan.
Sementara itu, Sweetgreen turun 8% setelah memangkas proyeksi net sales tahunan. Kekhawatiran seputar wabah Cyclospora — meski produk Sweetgreen tidak terkait langsung — tetap memberikan tekanan sentimen terhadap saham di segmen fast casual ini.
Yield dan Dolar Ikut Bergerak
Di pasar obligasi, yield dua tahun turun sekitar 5 basis poin, sementara yield 30 tahun juga terkoreksi. Dolar melemah secara mingguan, begitu pula harga minyak. Kombinasi ini menciptakan kondisi yang relatif kondusif bagi equity, terutama untuk saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga dan growth stocks yang valuasinya bergantung pada ekspektasi rate ke depan.
Secara keseluruhan, pekan ini menunjukkan bahwa pasar saham AS masih dalam mode risk-on, dengan breadth yang cukup sehat — tercatat 321 saham dalam S&P 500 ditutup naik dibanding 180 yang melemah. Rotasi sektoral yang aktif menjaga momentum tetap hidup meski komposisi pengeraknya terus berubah dari hari ke hari.