Ada satu analogi yang cukup tepat menggambarkan tren ini: video YouTube yang diproduksi tiga tahun lalu masih menghasilkan uang hari ini. Tidak ada biaya produksi tambahan, tidak ada customer acquisition cost baru. Cash flow terus mengalir dari aset yang biaya pembuatannya sudah lunas bertahun-tahun lalu. Itulah mengapa financial buyers — termasuk private equity — mulai memandang YouTube channel library seperti annuity.
Ini bukan ide baru sepenuhnya. Satu dekade terakhir, miliaran dolar mengalir ke katalog musik dengan logika yang sama: konten yang sudah ada bisa menghasilkan recurring cash flow dengan hampir nol incremental production cost. Sekarang logika itu merambah ke online video. Dalam paruh pertama 2026 saja, tercatat 70 akuisisi di creator economy — angka tertinggi sejak data mulai dikumpulkan, naik 23% year-on-year. Yang lebih menarik: untuk pertama kalinya, media properties mengalahkan software sebagai kategori paling banyak diakuisisi, dengan porsi 27,1% dibanding 24,3% untuk software.
PE funds umumnya tidak membeli channel satu per satu. Mereka masuk satu level di atas — membacking platform yang mengonsolidasikan, mengakuisisi, dan memonetisasi puluhan channel sekaligus. Ini adalah classic roll-up dalam bahasa PE: beli aset fragmented, profesionalisasi operasinya, spread infrastruktur yang sama ke revenue base yang jauh lebih besar. Contoh paling jelas adalah Fixated, yang menerima strategic investment $50 juta dari Eldridge Industries lalu mengakuisisi bisnis North America milik Studio71, menghasilkan jaringan lebih dari 1.000 kreator. Blackstone di sisi lain membacki Candle Media yang memiliki Moonbug Entertainment — perusahaan di balik CoComelon.
Soal valuation, creator-media properties umumnya diperdagangkan di kisaran 2–10x EBITDA. Range yang lebar ini mencerminkan betapa besarnya discount yang diberikan buyer terhadap tiga risiko utama: platform concentration, creator concentration, dan revenue concentration. Di ujung bawah range, ada bisnis yang bergantung pada satu platform dengan satu atau dua revenue stream dan monetisasi di bawah $10 per seribu views. Di ujung atas, ada bisnis dengan direct audience relationship, empat atau lebih revenue stream, dan monetisasi $40–$100 per seribu views. Perbedaan valuasi lima kali lipat ini hampir tidak ada hubungannya dengan ukuran audiens — semuanya soal kontrol.
Creator risk adalah yang paling tricky. Jika satu kreator menyumbang lebih dari 30% revenue, bisnis cenderung duduk di bawah range valuation. Kasus Donut Media menjadi pelajaran konkret: setelah diakuisisi Recurrent Ventures, sejumlah presenter utama keluar dalam tiga tahun dan meluncurkan channel kompetitor, membawa sebagian audiens bersamanya. Video lama tetap menghasilkan views, tapi franchise yang dibangun di sekitar mereka berubah menjadi aset yang berbeda.
Ada satu faktor struktural lagi yang mendorong capital bergeser dari software ke creator media: AI. Tools yang dulunya butuh bertahun-tahun untuk dibangun kini bisa direplikasi dalam hitungan bulan. Moat software menyempit drastis. Sebaliknya, kepercayaan dan kebiasaan audiens yang terbentuk selama bertahun-tahun tidak bisa ditulis ulang dengan kode yang lebih baik — setidaknya belum.
Tapi AI juga membawa risiko dari sisi lain. Biaya produksi konten turun drastis, yang berarti jumlah konten yang bersaing memperebutkan atensi bisa tumbuh hampir tanpa batas — sementara atensi manusia tetap finite. Sekitar satu dari sepuluh channel YouTube dengan pertumbuhan tercepat tahun lalu berbasis konten AI-generated. Jika gelombang konten murah ini berhasil memfragmentasi loyalitas audiens, premium valuation hari ini bisa sulit dipertahankan.
Dan di atas semua itu, ada satu pihak yang tidak bisa diakuisisi: platform itu sendiri. YouTube sudah menunjukkan bahwa mereka bersedia mengintervensi — awal 2026, 16 channel dengan total 35 juta subscriber dan 4,7 miliar lifetime views dicopot dari partner program karena konten mass-produced. Investor bisa mengontrol produksi, diversifikasi revenue, membangun email list — tapi tidak bisa mengontrol aturan platform. Itulah risiko struktural yang tidak akan hilang berapapun multiple yang dibayarkan.