LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Akulaku Bidik IPO Hong Kong $500 Juta

Akulaku, fintech Indonesia didukung Ant Group, confidentially files untuk IPO Hong Kong senilai $300–$500 juta. Apa artinya bagi pasar modal Indonesia?


Akulaku, fintech Indonesia yang didukung Ant Group, dikabarkan telah mengajukan dokumen secara konfidensial untuk IPO di Hong Kong dengan target dana segar antara $300 juta hingga $500 juta. Langkah ini belum diumumkan secara resmi — pengajuan konfidensial memang lazim dilakukan sebelum roadshow publik dimulai, memberi fleksibilitas bagi perusahaan untuk menyesuaikan valuasi dan timing.

Yang menarik bukan sekadar angkanya, tapi pilihannya: Hong Kong, bukan Jakarta.

Ini bukan fenomena baru, tapi polanya makin konsisten. Kandidat IPO dari Asia Tenggara — termasuk Indonesia — semakin sering memilih listing di luar negeri karena likuiditas pasar domestik yang terbatas, basis investor institusional yang lebih dangkal, dan valuasi yang cenderung lebih kompetitif di bursa regional seperti Hong Kong atau bahkan Nasdaq. Bursa Efek Indonesia memang mencatat jumlah IPO yang cukup banyak secara kuantitas, tapi untuk perusahaan teknologi berskala besar dengan kebutuhan modal ratusan juta dolar, daya tariknya masih kalah dibanding Hong Kong Exchange.

Akulaku sendiri beroperasi di segmen buy now pay later dan pinjaman konsumer di beberapa negara Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai pasar intinya. Backing dari Ant Group — ekosistem fintech terbesar di Asia — jelas menjadi salah satu daya tarik bagi investor institusional di Hong Kong yang sudah familiar dengan model bisnis serupa lewat portofolio Ant di berbagai negara.

Dari sisi timing, pengajuan konfidensial ini dilakukan di awal 2026, periode di mana pasar IPO Hong Kong mulai menunjukkan pemulihan setelah beberapa tahun tertekan oleh sentimen geopolitik dan regulasi Tiongkok. Window ini kemungkinan diperhitungkan dengan cermat — jika kondisi pasar mendukung, Akulaku bisa mempercepat proses ke tahap publik dalam beberapa bulan ke depan.

Bagi investor yang melirik sektor fintech Indonesia, ini sinyal yang worth dicermati dari dua sisi. Pertama, valuasi yang akan terbentuk di Hong Kong bisa menjadi benchmark untuk perusahaan fintech serupa yang masih listed atau berencana listing di BEI. Kedua, tren capital flight dalam konteks IPO ini menunjukkan bahwa ekosistem pasar modal Indonesia masih punya pekerjaan rumah besar jika ingin menjadi destinasi utama bagi perusahaan teknologi domestik skala besar.

Untuk saat ini, Akulaku belum mengkonfirmasi secara publik, dan angka $300–$500 juta masih bersifat indikatif. Tapi arah geraknya sudah cukup jelas.