LIVE
USD/IDR· UST10Y· KURVA 10Y-2Y· EMAS· EMAS/gr· PERAK· TEMBAGA· EUR/USD· USD/JPY· USD/CNY· BTC· ETH·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Asset Tokenization: Dari $10M ke $39B, Lalu ke Mana?

Pasar tokenized real-world assets (RWA) — di luar stablecoin — tumbuh dari sekitar $10bn di Januari 2025 menjadi $39bn pada September 2026. Angka ini terlihat besar sampai kamu sadar bahwa stablecoin sendiri masih mendominasi 89% dari total nilai gabungan. Tokenized assets di luar stablecoin? Masih kurang dari 11%. Jadi ini bukan revolusi yang sudah terjadi — ini baru babak awal dari sebuah pergeseran infrastruktur yang bisa memakan waktu satu dekade penuh.

US Treasury debt tetap menjadi segmen terbesar di luar stablecoin, mencapai $15bn per September 2026. Sebagian besar didorong oleh tokenized money market funds (MMF) seperti BlackRock BUIDL dan Circle USYC — keduanya menawarkan kombinasi yield jangka pendek dengan fleksibilitas transfer on-chain yang lebih tinggi dibanding instrumen konvensional. Menariknya, 27% dari total tokenized Treasury pada 2025 merupakan direct tokenization dari obligasi Treasury, bukan melalui fund wrapper — sinyal bahwa adopsi mulai bergerak ke level securities itu sendiri.

Di sisi ekuitas, angkanya masih sangat kecil: di bawah 1% dari total kapitalisasi pasar saham tradisional. Tapi ada dua development yang layak diperhatikan. Pertama, DTCC dijadwalkan meluncurkan layanan tokenisasinya pada Oktober 2026, mencakup konstituen Russell 1000, ETF major indices, dan US Treasury. Lebih dari 30 firma sudah berpartisipasi dalam initial production trades sejak Juli. Kedua, NYSE mengumumkan rencana platform tokenized securities yang mendukung 24/7 trading dengan near-instant settlement dan stablecoin funding. Kalau keduanya berjalan sesuai rencana, ini bisa menjadi inflection point untuk equity tokenization.

Untuk private credit dan real estate, skalanya masih kecil tapi dengan trajectory yang menarik. Private credit distributed tokenization berada di ~$8bn, tapi yang lebih signifikan adalah represented credit — blockchain sebagai layer pencatatan kepemilikan — yang sudah menyentuh ~$35bn, lebih dari 4x lipat. Ini menunjukkan bahwa use case terbesar tokenization dalam jangka menengah mungkin bukan di trading, melainkan di back-office: loan administration, ownership records, servicing. Real estate tokenization tumbuh dari $35mn ke $226mn dalam setahun lebih, tapi dari base yang sangat kecil.

Yang perlu dicermati adalah gap antara issuance growth dan secondary market liquidity. Tokenized bonds mayoritas masih dipegang hingga jatuh tempo. Interoperabilitas antar platform lemah. Investor base terbatas. Issuance yang naik tidak otomatis berarti pasar sekunder yang aktif — dan ini adalah perbedaan krusial antara aset yang liquid dan aset yang sekadar tercatat di blockchain.

Dari sisi regulasi, landscape-nya fragmentatif. EU sudah punya MiCA dan DLT Pilot Regime. UK aktif dengan Digital Securities Sandbox. Singapura dan Hong Kong bergerak melalui Project Guardian dan Project Ensemble. Di AS, GENIUS Act untuk stablecoin akan berlaku efektif paling lambat Januari 2027, tapi CLARITY Act — yang mengatur market structure digital assets secara lebih luas — gagal melewati prosedural vote di September 2026. Artinya, untuk sementara, spotlight kembali ke SEC dan CFTC untuk rulemaking digital assets. Ketidakpastian ini masih menjadi rem nyata bagi institutional adoption di pasar terbesar dunia.

Tiga growth catalyst yang paling konkret ke depan: (1) infrastruktur — DTCC, NYSE, Nasdaq mulai mengintegrasikan tokenization ke core workflows; (2) liquidity — pertumbuhan regulated on-chain money melalui stablecoin dan tokenized deposits sebagai settlement foundation; (3) regulasi — terutama finalisasi framework di AS dan harmonisasi antar yurisdiksi. Di sisi risiko, yang paling underappreciated adalah potensi liquidity run yang bergerak jauh lebih cepat dari sistem tradisional — blockchain transparency bisa mempercepat withdrawals di saat stress, bukan memperlambatnya.

Proyeksi konservatif menempatkan total tokenized RWA (ex stablecoin) di kisaran $1.5–2trn pada 2030 dan $3–4trn pada 2035 di skenario yang lebih optimistis. Angka ini masih sangat kecil relatif terhadap total aset keuangan global, tapi cukup besar untuk mengubah cara settlement, collateral management, dan repo market bekerja — terutama bagi institusi besar yang sudah mulai membangun infrastruktur digital mereka sekarang.