Bitcoin melonjak tajam ke 35.91 USD. Dengan range 52 minggu 25.65–55.96, pasar kripto kini memasuki zona teknikal yang krusial.
Bitcoin kembali bergerak agresif ke atas, dengan harga terakhir tercatat di 35.91 USD — sebuah pergerakan yang cukup signifikan mengingat posisi ini berada di tengah-tengah range 52 minggu antara 25.65 hingga 55.96 USD. Artinya, Bitcoin saat ini bukan di zona bottom, bukan pula di puncak — melainkan di medan pertempuran sesungguhnya, di mana arah selanjutnya akan sangat menentukan.
Secara teknikal, posisi 35.91 USD menempatkan Bitcoin lebih dekat ke midpoint range tahunannya. Bayangkan sebuah lift yang bergerak di antara lantai 25 dan lantai 55 — saat ini lift itu ada di lantai 35. Dari sini, pertanyaannya bukan sekadar ke mana arahnya, tapi seberapa kuat momentum yang mendorongnya. Reli yang terjadi kini menekan posisi para short seller secara psikologis maupun finansial, karena setiap kenaikan harga memperburuk kalkulasi mereka.
Implikasi terhadap sentimen pasar aset berisiko cukup jelas. Ketika Bitcoin bergerak naik dengan tenaga seperti ini, biasanya ada efek limpahan ke altcoin dan aset digital lainnya. Selain itu, reli Bitcoin kerap dibaca sebagai sinyal risk-on yang lebih luas — bahwa appetite investor terhadap aset berisiko sedang meningkat. Ini bisa berdampak positif pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar maupun pasar ekuitas emerging market yang sensitif terhadap perubahan selera risiko global.
Yang menarik adalah konteks range 52 minggu ini. Titik terendah di 25.65 USD menunjukkan betapa dalamnya koreksi yang pernah terjadi dalam setahun terakhir, sementara puncak di 55.96 USD membuktikan bahwa pasar pernah memberikan valuasi jauh lebih tinggi dari posisi sekarang. Gap antara harga saat ini dan all-time high dalam range ini masih cukup lebar — sekitar 36% dari puncak — yang berarti ada ruang bagi upside, tapi juga ada gravitasi yang bisa menarik harga kembali turun jika momentum melemah.
Jika reli ini didukung oleh volume yang solid dan berlanjut menembus zona resistance di atas level saat ini, maka tekanan terhadap posisi short akan semakin besar dan bisa memicu short squeeze yang mempercepat kenaikan lebih lanjut menuju area atas range tahunan. Sebaliknya, jika momentum ini hanya bersifat sementara dan tidak diikuti oleh partisipasi pasar yang lebih luas, harga berpotensi kembali konsolidasi di tengah range — bahkan tidak menutup kemungkinan menguji kembali zona support yang lebih rendah.
Yang perlu dipantau ke depan adalah apakah level 35.91 USD ini mampu bertahan sebagai support baru atau justru hanya menjadi titik puncak sementara dari reli jangka pendek. Perhatikan juga pergerakan yield obligasi AS dan kekuatan dolar — dua faktor makro yang secara historis punya korelasi kuat dengan pergerakan Bitcoin dan aset berisiko lainnya. Ketika dolar melemah dan yield turun, ruang bagi Bitcoin untuk bernapas lebih lega biasanya terbuka lebih lebar.