LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Dana Institusi Underweight AI 1,75% di Atas Rekor

Large-cap mutual funds kini underweight AI-exposed stocks 1,75 poin persentase vs benchmark — rekor terbesar. Apa artinya bagi pasar AI ke depan?


Ada anomali menarik yang sedang terjadi di pasar ekuitas AS: di tengah narasi AI yang mendominasi hampir setiap diskusi investasi selama dua tahun terakhir, justru para manajer dana institusional besar malah menjauhi saham-saham yang paling terekspos ke tema ini. Per 23 September 2026, large-cap mutual funds tercatat underweight AI-exposed equities sebesar 1,75 percentage points terhadap benchmark mereka — posisi underweight terbesar yang pernah tercatat.

Untuk memahami betapa dramatisnya pergeseran ini, bayangkan sebuah kapal yang tadinya berlayar ke arah angin, kini berbalik memunggunginya. Pada pertengahan 2024, fund-fund ini masih overweight AI-related names sebesar 0,40 percentage points terhadap benchmark. Artinya, dalam rentang waktu kurang dari dua tahun, terjadi pembalikan posisi agregat hampir 2,15 poin persentase — sebuah rotasi yang signifikan dalam skala institusional. Angka ini pun tidak memasukkan mega-cap seperti Amazon, Broadcom, Alphabet, Meta, Microsoft, dan Nvidia, sehingga data mencerminkan eksposur AI di luar nama-nama paling dominan dan liquid di indeks.

Secara absolut, AI-exposed equities kini hanya membentuk 13,0% dari rata-rata portofolio large-cap mutual fund, sementara bobot yang sama di benchmark mereka sudah mencapai 14,8%. Gap 1,8 poin persentase ini terlihat kecil, tapi dalam konteks manajemen portofolio aktif, ini adalah sinyal positioning yang sangat kuat. Sebagai perbandingan, pada Q3 2024, kedua angka ini masih berada di kisaran yang sama, yakni sekitar 6,5% — artinya tema AI sendiri sudah tumbuh lebih dari dua kali lipat bobotnya di dalam benchmark, sementara para fund manager justru tidak ikut menambah eksposur secara proporsional.

Dari sisi harga, Amazon saat ini diperdagangkan di 254,98 USD, berada di tengah-tengah rentang 52 minggunya antara 196,0 hingga 287,2 USD — belum di zona puncak, tapi juga sudah jauh dari level terendahnya. Sementara Broadcom berada di 364,54 USD, dengan rentang 52 minggu antara 289,96 hingga 495,0 USD, yang berarti saham ini masih sekitar 26% di bawah all-time high tahunannya. Kedua nama ini, meski dikecualikan dari data underweight di atas, memberikan konteks bahwa saham-saham AI core sekalipun belum kembali ke level puncaknya — yang bisa jadi salah satu alasan mengapa fund manager memilih berhati-hati.

Jika posisi underweight ini mencerminkan kehati-hatian yang berlebihan — bukan fundamental yang memburuk — maka ada potensi forced buying yang besar ketika fund manager mulai merasa tertinggal dari benchmark. Dalam dunia fund management, underperform terhadap benchmark adalah risiko karir yang nyata, dan ketika AI-exposed stocks mulai outperform secara konsisten, tekanan untuk mengejar eksposur bisa datang cepat dan masif. Sebaliknya, jika underweight ini mencerminkan keyakinan bahwa valuasi AI sudah terlalu jauh berlari dari fundamental — atau bahwa siklus capital expenditure AI mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan — maka posisi defensif ini bisa bertahan lebih lama, dan justru menjadi tekanan tambahan bagi harga saham AI yang sudah terkoreksi dari puncaknya.

Yang perlu dipantau selanjutnya adalah apakah gap antara bobot portofolio (13,0%) dan bobot benchmark (14,8%) mulai menyempit di kuartal berikutnya — karena pergerakan itu akan menjadi sinyal awal bahwa institutional money mulai kembali masuk ke tema AI secara terstruktur, bukan sekadar reaksi momentum sesaat.