LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Dunia Nominal Lebih Tinggi: Panduan Alokasi Q3 2026

Pertanyaan investasi terpenting di 2026 bukan lagi soal apakah resesi akan terjadi — tapi apakah investor bisa beradaptasi dengan dunia di mana nominal growth dan suku bunga menetap lebih tinggi secara struktural. Inflasi kemungkinan tetap di atas target, tapi real growth terlihat solid, ditopang labor market yang resilient, productivity gains, dan capital investment yang terus mengalir.

Dalam konteks itu, equities tetap menjadi aset utama yang diuntungkan. Nominal GDP yang lebih kuat mendorong revenue expansion, earnings growth, dan cash flow generation. Ditambah fiscal stimulus, deregulasi, dan adopsi AI yang terus meluas — backdrop-nya cukup konstruktif. Yang menarik, earnings revisions di 2026 sudah mulai broadening: bukan hanya sektor tech, tapi cyclicals pun ikut mengalami positive revision, berbeda dengan 2025 yang masih sangat tech-centric.

Di sisi fixed income, ceritanya lebih kompleks. UST 10-year yield sudah rally kembali ke sekitar 4.40% setelah sempat menyentuh ~4.65% di pertengahan Mei, seiring meredanya tensi di Selat Hormuz. Tapi posisi underweight duration masih dipertahankan — alasannya sederhana: inflasi persisten dan labor market yang firming membuat risiko yield bergerak naik lebih besar daripada turun. Term premia secara global juga terus repricing lebih tinggi, konsisten dengan lingkungan fiscal-driven growth yang tidak segera hilang.

Untuk credit, spread korporat sudah kembali ke level mendekati all-time tight. Risk/reward-nya tidak menarik. Pilihan lebih diarahkan ke segmen yang menawarkan carry lebih tinggi dengan credit quality yang lebih terjaga:

  • MBS/ABS — highest conviction overweight dalam fixed income. Yield per unit credit quality masih atraktif.
  • Bank Loans — overweight, didukung high carry dan growth backdrop yang konstruktif.
  • EM Hard Currency — masih menawarkan relative carry yang reasonable setelah disesuaikan dengan ratings differential.
  • Investment Grade — underweight. Convexity buruk, spread di near all-time tights.

Satu tema menarik di EM adalah Brazil. Policy rate di atas 14% dengan inflasi mendekati target 3% — ruang untuk rate cuts masih ada, dan diperkirakan akselerasi di 2H26 seiring tekanan energi mereda dan domestic disinflation kembali mengambil alih.

Di sisi equities, beberapa posisi yang layak dicermati: overweight U.S. secara keseluruhan, dengan tambahan overweight pada SMID caps yang valuasinya sangat murah relatif terhadap large caps. SMID juga punya eksposur domestik yang tinggi dan bobot besar di industrials — dua hal yang relevan jika growth broadening benar-benar terjadi. Untuk Europe, pandangan lebih selektif: underweight broad European equities karena masih ada headwind dari krisis energi pasca-Hormuz, tapi overweight pada banks dan utilities/grid equipment providers yang diuntungkan dari agenda energy security Eropa. European grid investment diperkirakan naik signifikan, dari €78 miliar per tahun menuju €103 miliar yang dibutuhkan untuk memenuhi target net zero.

AI tetap menjadi structural driver yang tidak bisa diabaikan. CapEx hyperscaler untuk 2026 sudah direvisi naik 36% year-to-date. Shift dari chat interactions ke agentic AI secara struktural meningkatkan compute demand — agent bisa berjalan nonstop, bukan episodik seperti chatbot biasa. Menariknya, meski AI-related equities sudah outperform signifikan, valuasi relatifnya justru sudah derated selama tiga tahun terakhir. Pasar belum mau sepenuhnya mengekstrapolasi profit growth yang sedang melonjak ini.

Satu risiko yang perlu dimonitor: market breadth sangat sensitif terhadap level yield. Data menunjukkan korelasi negatif yang kuat antara 10-year Treasury yield dan persentase saham NYSE di atas 200-day moving average. Artinya, rally yang lebih luas hanya akan terjadi jika yields bisa terkontrol — dan itu belum tentu terjadi dalam waktu dekat.