LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Ekspor Sawit RI Melesat 35%: India Borong Kargo

Ekspor minyak sawit Indonesia melonjak 35% MoM di Agustus ke 2,42 juta ton didorong lonjakan permintaan India, mengimbangi pelemahan pasar Uni Eropa.


Ekspor minyak sawit Indonesia melesat 35% month-on-month (MoM) sepanjang Agustus, menyentuh 2,42 juta ton dari 1,79 juta ton pada bulan sebelumnya. Pemicunya jelas: restock agresif dari Asia, terutama India yang melipatgandakan volume pembelian jelang musim perayaan.

  • Total ekspor tembus 2,42 juta ton: Kenaikan 35% MoM menghapus perlambatan kargo yang sempat terjadi pada Juli.
  • India pimpin lonjakan: Pengiriman melonjak lebih dari dua kali lipat ke 836.544 ton dibanding 405.607 ton pada Juli.
  • CPO mentah melonjak 112%: Volume pengapalan CPO mentah mencapai 295.844 ton, mencerminkan tingginya permintaan refiner luar negeri.
  • Pasar Uni Eropa melemah: Pengiriman ke Eropa turun ke 238.203 ton dari 316.531 ton di bulan sebelumnya.

Lonjakan pengiriman ke India menjadi motor utama. Pembelian sebesar 836.544 ton merefleksikan kebutuhan mendesak refiner domestik India mengisi inventori minyak nabati menjelang festive season akhir tahun. China melengkapi pemulihan volume ini dengan menyerap 432.388 ton kargo, naik dari 297.500 ton pada Juli. Gabungan kedua pasar utama Asia tersebut menyerap lebih dari separuh total ekspor sawit Indonesia di bulan Agustus.

Ditinjau dari jenis produk, Crude Palm Oil (CPO) mentah mencatat persentase kenaikan paling ekstrem, lebih dari dua kali lipat menjadi 295.844 ton dari 139.551 ton pada Juli. Produk olahan tetap memegang porsi volume terbesar: RBD Palm Olein naik ke 952.799 ton (vs 780.797 ton) dan RBD Palm Oil meningkat ke 486.023 ton (vs 317.556 ton). Tingginya laju kargo mentah mengonfirmasi preferensi refiner India untuk mengamankan bahan baku guna diolah di fasilitas domestik mereka demi memaksimalkan selisih margin tarif impor.

Divergensi arah terlihat di kawasan barat. Pengiriman ke Uni Eropa menyusut ke 238.203 ton dari 316.531 ton pada Juli. Kendati pasar Eropa tertekan oleh dinamika regulasi dan substitusi minyak nabati lokal, kontraksi sekitar 78 ribu ton tersebut terkompensasi penuh oleh tambahan pesanan gabungan dari India dan China yang mencapai lebih dari 560 ribu ton.

Variabel penentu berikutnya bertumpu pada laju penyerapan pasca-festive season India dan dinamika harga CPO terhadap minyak kedelai. Ketika siklus restock India mereda, daya tahan ekspor akan diuji oleh seberapa konsisten China mempertahankan pesanan kargo serta kemampuan serapan konsumsi domestik menahan pasokan.