LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

EM Equities Kembali Overweight: Murah tapi Cuan?

Ada satu angka yang cukup mencolok: 12-month forward EPS growth untuk MSCI Emerging Markets saat ini berada di sekitar 34%, jauh melampaui MSCI USA yang ada di kisaran 20%. Tapi harga yang dibayar investor untuk earnings itu? EM trade di sekitar 10x forward P/E, sementara U.S. equities hampir menyentuh 20x. Diskon 50% — dan multiple EM ini berada di bottom 10% dari histori 20 tahun terakhir.

Ini bukan sekadar value trap. Ada pergeseran fundamental yang membuat tesis EM equities lebih solid sekarang dibanding beberapa bulan lalu. Setelah ditutup dari posisi overweight di pertengahan tahun karena kekhawatiran leverage — khususnya di Korea — kondisi sudah berubah. Korean equities sempat mengalami koreksi, deleveraging berlangsung di musim panas, dan tekanan itu sebagian besar sudah mereda. Tactical backdrop-nya lebih bersih sekarang.

Yang menarik adalah narasi di balik EM rally ini bukan satu cerita tunggal. Korea dan Taiwan ada di jantung semiconductor, memory, dan hardware supply chain — ini adalah AI infrastructure play yang sangat konkret. Di sisi lain, Amerika Latin, termasuk Brazil, menawarkan exposure ke resources dan physical infrastructure yang dibutuhkan untuk AI buildout. Keduanya adalah ekspresi berbeda dari tema yang sama: AI scarcity.

Memang ada ironi di sini. Di saat rates global masih elevated — Brent crude sempat menembus $100, long-term yields dekat multi-decade highs — equities justru bertahan dekat level rekor. Ini bukan anomali kalau kita lihat dari sisi earnings. Ketika higher yields mencerminkan stronger investment dan growth, earnings yang dihasilkan bisa mengimbangi higher cost of capital. Itulah kenapa higher rates dan strong equities tidak harus kontradiktif — yang penting adalah mengapa yields naik.

Untuk EM sendiri, potensi pelemahan dolar AS bisa jadi tailwind tambahan: easing financial conditions, support local currencies, dan mendorong foreign capital inflows. Tapi tesis ini tidak bergantung pada skenario itu. Dollar weakness diperlakukan sebagai bonus, bukan fondasi dari call ini.

Ada dua risiko yang perlu diperhatikan. Pertama, situasi di Timur Tengah — Strait of Hormuz masih terkendala, dan tekanan sudah bergeser ke refined products. Kalau energy pressure berlanjut, inflasi bisa tetap sticky tepat di saat Fed menghadapi pilihan kebijakan yang sulit. Skenario Fed hold di tengah inflasi persisten dan tight labor market bisa menekan kredibilitas bank sentral, dengan term premium naik sebagai release valve — yang artinya long-end yields bisa terdorong lebih tinggi dan menaikkan hurdle rate untuk equity returns.

Kedua, AI landscape itu dinamis. Model yang semakin murah dan komodifikasi yang lebih dalam bisa menggeser di mana AI profits terakumulasi. Artinya, posisi hari ini tidak bisa diasumsikan sebagai posisi yang akan menang selamanya. Selektivitas dan kesiapan untuk bergerak adalah kunci — bukan conviction buta bahwa winners hari ini akan tetap dominan.

Dalam konteks positioning yang lebih luas: U.S. equities dan AI tetap overweight, EM equities kembali ke overweight, sementara long-duration bonds tetap underweight. Untuk fixed income, pilihan jatuh ke short- dan medium-term government bonds yang menawarkan risk-adjusted income lebih baik tanpa eksposur berlebihan ke interest rate risk. EM local currency debt juga menarik — yield relatif terhadap volatilitasnya cukup kompetitif dengan fundamental yang membaik.