Saham GOTO anjlok 14% dua hari beruntun ke rekor terendah Rp37 setelah bursa mencabut floor Rp50. Likuiditas terbuka, tekanan jual memuncak.
Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali amblas 14% hari ini, memperpanjang penurunan 14% yang terjadi pada sesi perdagangan Senin sebelumnya. Aksi jual agresif ini menyeret harga saham ke level Rp37 per lembar, rekor terendah sepanjang masa (all-time low). Kerugian kumulatif selama dua hari perdagangan tersebut tercatat sebagai penurunan terdalam yang dialami GOTO sejak Oktober 2023.
- Rekor harga terendah baru: GOTO menembus ke bawah hingga menyentuh Rp37 per saham setelah batas harga bawah Rp50 dihapus oleh bursa.
- Tekanan jual ekstrem: Akumulasi pelemahan 14% dalam dua hari beruntun menjadi koreksi paling curam sejak Oktober 2023.
- Likuiditas buatan selesai: Setelah sekitar empat bulan tertahan di level Rp50, pencabutan batas harga memicu price discovery riil di pasar reguler.
Selama kurang lebih empat bulan terakhir, level Rp50 berlaku layaknya benteng artifisial. Di atas kertas, harga saham tampak bertahan, namun kenyataannya likuiditas saham membeku. Antrean jual di pasar reguler menumpuk tebal tanpa ada pembeli yang bersedia menyerap transaksi di harga tersebut. Valuasi riil saham sejatinya sudah berada di bawah Rp50, namun terhalang oleh restriksi regulasi bursa.
Langkah Bursa Efek Indonesia menghapus batas bawah perdagangan Rp50 langsung membuka keran likuiditas yang sempat tersumbat. Konsekuensinya, penyesuaian harga terjadi secara agresif. Penurunan 14% dua hari beruntun mencerminkan lonjakan volume jual dari investor yang sebelumnya terjebak. Indikator sentimen pasar langsung tertekan tajam ke zona merah karena para pelaku pasar memprioritaskan likuidasi portofolio di atas pertimbangan valuasi.
Pola pergerakan ini menegaskan satu hal penting: regulasi harga bukanlah hard support fundamental. Ketika pasar diberi ruang untuk menentukan harga secara terbuka, saham akan mencari titik ekuilibrium baru tanpa memedulikan batas psikologis lama.
Fokus perhatian kini beralih pada pembentukan clearing price yang sesungguhnya. Tanpa proteksi lantai Rp50, saham GOTO murni bergantung pada kekuatan order flow. Bottoming baru akan teruji valid ketika muncul bid support organik bervolume besar yang mampu menahan aksi jual, bukan sekadar penahanan harga akibat intervensi aturan perdagangan.