Kepemilikan US Treasury oleh hedge fund capai $2,35 triliun di Q1 2026. Didorong basis trade dan leverage tinggi, struktur pasar obligasi AS mulai bergeser.
Struktur pasar US Treasury mengalami pergeseran mendasar seiring kian dominannya peran hedge fund di pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat. Pada kuartal pertama 2026, kepemilikan tunai US Treasury oleh hedge fund mencapai $2,35 triliun, mencatatkan level tertinggi ketiga sepanjang sejarah. Akumulasi ini merefleksikan lonjakan tajam sebesar +154% atau penambahan senilai $1,42 triliun hanya dalam rentang lima tahun terakhir.
Skala ekspansi tersebut jauh melampaui laju penerbitan utang pemerintah AS. Sebagai perbandingan, total marketable Treasury debt yang beredar naik +44% pada periode yang sama hingga menembus rekor $32,2 triliun. Alhasil, hedge fund kini menguasai rekor baru sekitar ~7% dari seluruh pasar US Treasury yang dapat diperdagangkan, melonjak dari porsi ~4% pada tahun 2021. Pendorong utama di balik lonjakan kepemilikan ini adalah strategi cash-futures basis trade, yakni manuver arbitrase di mana pengelola dana mengambil posisi saling hapus antara obligasi fisik Treasury dan kontrak futures untuk memeras keuntungan dari selisih harga yang tipis.
Mengingat margin keuntungan dari selisih harga tersebut relatif kecil, eksekusi strategi basis trade mutlak membutuhkan leverage dalam skala masif. Penggunaan utang leverage ini memungkinkan hedge fund menyerap pasokan obligasi dalam jumlah besar di tengah terbatasnya kapasitas neraca perbankan konvensional untuk terus menampung lelang utang baru. Fenomena ini mengubah cara kerja pasar US Treasury, memindahkan peran penyerap pasokan utama dari institusi perbankan dengan regulasi ketat ke entitas pengelola dana non-bank yang beroperasi dengan leverage tinggi.
Ketergantungan pasar terhadap likuiditas berbasis utang ini memicu downside risk yang signifikan terhadap stabilitas sistem keuangan global. Di satu sisi, aliran modal institusional tersebut menjadi penyangga penting agar penyerapan penerbitan utang AS berjalan mulus tanpa memicu lonjakan yield yang tidak teratur. Namun, struktur yang sarat leverage menciptakan kerentanan struktural; setiap guncangan likuiditas di pasar pendanaan jangka pendek berpotensi memicu de-leveraging terpaksa yang merembet ke pasar saham, nilai tukar dolar, hingga memicu gelombang risk-off di pasar berkembang.
Jika stabilitas pembiayaan leverage tetap terjaga dan selisih harga cash-futures tetap dapat dieksekusi secara menguntungkan, maka hedge fund akan terus menjadi penopang utama likuiditas lelang US Treasury dan meredam potensi dislokasi harga obligasi. Sebaliknya, jika terjadi lonjakan volatilitas tak terduga yang memaksa broker menaikkan batas margin dan memicu unwinding posisi basis trade secara serentak, maka pasar obligasi AS menghadapi ancaman pembekuan likuiditas mendadak yang dapat mendongkrak yield secara tajam ke seluruh instrumen acuan global.
Fokus pengamatan kini tertuju pada ketahanan likuiditas pasar obligasi dan stabilitas jalur pembiayaan leverage para pengelola dana. Keseimbangan baru pasar utang AS kini bertumpu langsung pada ketahanan posisi arbitrase hedge fund dalam menyerap pasokan fiskal yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.