LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

HRUM: Transformasi Nikel yang Mulai Terbukti

HRUM sudah bukan emiten batu bara. Dengan revenue US$1 miliar dan EBITDA +140% YoY di 1H26, transformasi nikel HRUM mulai bicara lewat angka.


Harum Energy (HRUM) secara resmi bukan lagi emiten batu bara — setidaknya dari sisi bisnis. Kontribusi nikel sudah menyentuh ~97% dari total pendapatan di 1H26, sementara volume batu bara anjlok 92% YoY. Transisi ini bukan sekadar repositioning narasi; angkanya mulai membuktikan diri.

Revenue 1H26 tercatat US$1,079 miliar, tumbuh 67% YoY. EBITDA melonjak 140% YoY ke US$264,5 juta, dengan margin naik dari 17% menjadi 24%. Penjualan nikel mencapai 56.371 ton (+69% YoY) dengan average selling price US$15.958/ton — naik 32% dibanding periode yang sama tahun lalu. Secara headline, ini adalah set angka yang solid.

Tapi ada satu hal yang perlu dibedah dengan teliti: gap antara laba konsolidasi dan laba yang benar-benar menjadi hak pemegang saham publik. Laba bersih konsolidasi 1H26 memang melejit 229% YoY ke US$129,3 juta — angka yang sering jadi headline. Namun attributable profit ke pemilik entitas induk hanya US$36,5 juta, naik 22,6% YoY. Selisihnya — US$92,8 juta — mengalir ke non-controlling interest. Untuk valuasi saham HRUM, angka US$36,5 juta itulah yang relevan, bukan US$129 juta.

Yang lebih krusial lagi: operating cash flow 1H26 tercatat negatif US$65,96 juta, berbalik dari +US$88,95 juta di 1H25. Pertumbuhan laba belum terkonversi menjadi kas. Ini bukan sesuatu yang bisa diabaikan — terutama ketika thesis re-rating bergantung pada kemampuan HRUM men-deleverage neraca dan membuktikan free cash flow yang berkelanjutan. H2 2026 menjadi periode kritis untuk membuktikan perbaikan OCF.

Dari sisi struktur bisnis ke depan, HRUM sedang membangun ekosistem nickel sulfate berbasis baterai (BSE) dengan kapasitas desain ~67.000 ton nickel equivalent per tahun. Target penjualan MHP sekitar 40% dari total volume nikel, dengan pasokan bijih internal ditargetkan melampaui 50% untuk smelter di 2H26. Jika integrasi vertikal ini berjalan sesuai rencana, margin downstream bisa menjadi diferensiator yang signifikan dibanding pure-play nickel miner.

Efektif 1 Juli 2026, IDX-IC mereklasifikasi HRUM dari sektor energi (batu bara) ke sektor barang baku — Diversified Metals & Minerals — dengan bobot 0,69% di IDXBASIC. Reklasifikasi ini membuka potensi flow dari fund yang berbasis indeks tersebut, meski bukan berarti forced buying otomatis terjadi.

Secara teknikal, harga penutupan per 9 September 2026 berada di Rp980, dengan support di Rp950–960 dan breakout gate di Rp1.000. Confirmation pertama ada di Rp1.050 — level yang secara teknikal sekaligus menjadi awal dari earnings confirmation zone. Konsensus 12 bulan berada di Rp1.277,50, dengan target tertinggi dari Macquarie di Rp1.900.

Thesis HRUM sederhana: jika attributable earnings terus naik dan OCF kembali positif di H2 2026, re-rating dari Rp980 ke kisaran Rp1.250–1.500 punya justifikasi fundamental yang kuat. Risiko utamanya ada di kecepatan ramp-up BSE/HPAL, volatilitas harga nikel global, dan apakah konversi laba ke kas benar-benar terjadi — bukan sekadar terjadi di atas kertas.