Laba bersih inti MBMA 2Q26 melompat 37% qoq ditopang tambang SCM, meski margin smelter NPI tergerus dan lini nickel matte berbalik rugi.
Laba bersih inti MBMA di 2Q26 melompat 37% qoq ke level US$45 juta, mendorong kumulatif core profit semester I-2026 menembus US$77,8 juta (+771% yoy). Angka pembukuan terlihat impresif, tetapi dinamika di bawah permukaan memperlihatkan jurang pemisah yang melebar: segmen tambang hulu menjadi penyelamat tunggal, sementara unit pengolahan hilir mulai tertekan biaya.
- EBITDA 6M26 Lampaui Estimasi: Mencapai US$311,3 juta (+306% yoy), sejalan dengan kenaikan revenue 67% yoy menjadi US$1,05 miliar.
- Tambang SCM Jadi Mesin Kas: Margin kas saprolit melesat 568% qoq ke US$26,7/wmt didorong lonjakan ASP 107% qoq.
- Margin Hilir Terhimpit: Margin kas NPI tergerus 50% qoq ke US$1.981/ton, sedangkan konverter nickel matte berbalik membukukan cash margin negatif (-US$543/ton).
Lonjakan profitabilitas kuartal ini digerakkan penuh oleh tambang PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM). Kenaikan harga jual rata-rata (ASP) bijih nikel jauh melampaui kenaikan biaya penambangan. Saprolit mencatat kenaikan ASP tajam 107% qoq ke US$58,9/wmt, menghasilkan margin kas US$26,7/wmt. Pada saat yang sama, pengiriman limonit ke pabrik HPAL pihak ketiga dan entitas asosiasi menjaga margin kas tetap tebal di US$10,4/wmt.
Kondisi kontras terjadi di lini hilir. Smelter RKEF penghasil NPI mengalami kompresi margin cukup dalam karena biaya kas naik 33% qoq menjadi US$12.690/ton, melampaui kenaikan ASP yang hanya 9% qoq ke US$14.671/ton. Kenaikan beban ini sebagian besar berasal dari kenaikan harga transfer internal saprolit SCM. Pada level laporan konsolidasi, transaksi internal ini tereliminasi, sehingga biaya riil grup sejatinya tetap ditentukan oleh efisiensi tambang hulu.
Tekanan operasional paling nyata berada di konverter high-grade nickel matte. Fasilitas ini berbalik rugi secara kas sebesar -US$543/ton di 2Q26 dari posisi cuan US$1.320/ton pada kuartal sebelumnya. Lonjakan biaya kas konverter ke US$16.354/ton tidak mampu diimbangi ASP yang hanya bertengger di US$15.811/ton.
Kekuatan integrasi hulu SCM terbukti efektif menjadi bantalan saat margin hilir menyusut. Namun, pergerakan valuasi MBMA dari level P/E 15,8x (FY26F) menuju 6,0x (FY27F) kini bergantung pada kecepatan pemulihan margin konverter nickel matte serta daya tahan ASP bijih nikel domestik di paruh kedua tahun ini.