LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Pasar Global September 2026: Beli atau Tunggu?

Bond market sedang bergejolak, tapi itu bukan alasan untuk keluar dari equities. Itulah inti dari peta investasi global per September 2026 — sebuah momen di mana volatilitas yield justru membuka peluang di fixed income, sementara earnings growth yang kian melebar menjaga daya tarik saham tetap solid.

Tekanan di sisi obligasi datang dari dua arah: kekhawatiran atas lonjakan supply dari pemerintah AS dan belanja capex hyperscalers yang masif, ditambah ketidakpastian di Selat Hormuz yang terus mendorong fluktuasi harga minyak. Fed Chair Warsh dalam pidatonya di Jackson Hole menegaskan kembali target inflasi 2%, dan skenario base case saat ini adalah rates hold steady hingga akhir 2027 — tapi upside risk untuk tightening lanjutan mulai meningkat. Real yields berada di level yang attractive, breakeven inflation masih terkendali, dan credit spreads tidak menunjukkan tekanan berarti. Artinya, investment grade credit masih menawarkan value yang baik untuk income generation.

Di sisi equities, narasi yang paling penting adalah broadening earnings. Kalau sebelumnya rally sangat terkonsentrasi di mega-cap tech, Q2 2026 menunjukkan positive earnings surprises yang mulai merambah ke Industrials, Financials, Materials, dan Energy. AI capex diproyeksikan tembus USD 1 triliun pada 2027 — dan efek multiplier-nya tidak lagi hanya terasa di sektor teknologi semata. Re-onshoring, peningkatan defence spending, dan dorongan energy independence turut memperkuat demand di berbagai segmen industri.

Dua upgrade paling signifikan bulan ini datang dari Jepang dan Europe ex-UK. Jepang di-upgrade ke overweight — didorong oleh tiga sektor terbesar di indeksnya: Technology, Financials, dan Industrials. Steepening yield curve menguntungkan perbankan Jepang, AI trend mendorong advanced manufacturing, dan intervensi USD-JPY telah membantu stabilisasi yen sehingga risk appetite membaik. Europe ex-UK naik ke neutral setelah data aktivitas ekonomi lebih kuat dari ekspektasi dan adopsi AI mulai mendongkrak produktivitas korporasi, ditambah fiscal spending yang masih ekspansif.

Untuk kawasan Asia, posisinya tetap selektif. North Asia — khususnya Korea Selatan dan Taiwan — paling diuntungkan dari siklus investasi memori dan AI global. India justru menjadi outlier yang perlu dicermati: valuasi yang sudah stretched, tekanan inflasi yang tidak merata, dan eksposur terbatas ke tema AI menjadi headwind yang nyata. China masih bergantung pada policy support di sisi konsumsi dan infrastruktur, dengan tech dan manufacturing leaders yang diuntungkan dari inisiatif tech self-reliance.

Dari sisi sektor global, Financials dan Industrials menjadi dua sektor yang paling konsisten melampaui ekspektasi. Trading desk, M&A, dan debt issuance masih booming. Order book di Industrials terus tumbuh seiring demand dari AI infrastructure build-out, aerospace, defence, dan automation. Sebaliknya, Consumer Staples dan Utilities menjadi sektor paling lemah — margin tertekan, pricing power terbatas, dan growth potential yang minim membuat valuasinya sulit dipertahankan. US Utilities bahkan di-downgrade meski backdrop electricity demand secara struktural sangat mendukung — masalahnya, earnings growth yang lebih kuat justru lebih terlihat di tempat lain.

Gold tetap mendapat pandangan positif jangka panjang, ditopang oleh pembelian bank sentral yang konsisten dan ketidakpastian geopolitik yang belum mereda. Oil dipandang netral — harga masih elevated tapi berpotensi volatile mengikuti perkembangan headline geopolitik.