LIVE
USD/IDR· UST10Y· KURVA 10Y-2Y· EMAS· EMAS/gr· PERAK· TEMBAGA· EUR/USD· USD/JPY· USD/CNY· BTC· ETH·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Risk-On Tapi Waspada: Sinyal Global September 2026

Global economy masih dalam mode ekspansi — tapi ada sesuatu yang mulai bergeser. Fidelity Leading Indicator (FLI) menunjukkan pelambatan momentum, fiscal support di H2 2026 diperkirakan tidak sekuat sebelumnya, dan harga minyak yang tinggi mulai menggerus disposable income konsumen. Belum cukup untuk jadi bearish, tapi cukup untuk tidak lagi agresif.

Posisi keseluruhan tetap risk-on, overweight equities, tapi conviction-nya mulai turun satu notch. Kata kuncinya sekarang adalah selectivity — bukan semua pasar, bukan semua sektor.

Di sisi equities, beberapa pergeseran penting terjadi. Emerging markets naik ke strong overweight, dengan Korea, Taiwan, dan China A-shares sebagai pilihan utama. Earnings di ketiga pasar ini solid, valuasi masih menarik, dan momentum revisi laba positif. Eropa diupgrade ke neutral setelah data makro mulai membaik dan earnings revision mulai bergerak ke atas — sinyal bahwa pemulihan bukan sekadar harapan. Sebaliknya, UK diturunkan ke underweight. Valuasi memang murah, tapi weak growth dan earnings momentum yang lesu bikin pasar ini kurang menarik dibanding alternatif yang ada.

Jepang tetap jadi salah satu conviction terkuat. Price pass-through berjalan tanpa merusak permintaan secara signifikan, corporate reform masih berjalan, dan earnings tetap resilient. Mid-caps Jepang bahkan disebut sebagai salah satu ide taktis menarik karena valuasi relatif lebih murah dan eksposur domestik yang lebih murni.

Di credit, ceritanya lebih sederhana: spreads terlalu tight. Investment grade underweight — fundamentals bagus, tapi kompensasi risiko hampir tidak ada, ditambah issuance dari AI-related companies yang terus membanjiri pasar (proyeksi hyperscaler gross debt issuance bisa mencapai $440bn di 2028). High yield lebih menarik dari sisi all-in yield, tapi capital appreciation-nya terbatas. Credit saat ini lebih cocok diperlakukan sebagai income play, bukan growth driver.

Government bonds secara keseluruhan neutral. Yields yang lebih tinggi memang mulai membuat duration lebih menarik dari sisi valuation, tapi selama korelasi bonds-equities tetap positif, fungsi diversifikasi-nya tetap terbatas. UK Gilts jadi satu-satunya overweight di segmen ini — valuasi atraktif dan ada ruang bagi Bank of England untuk ternyata lebih dovish dari yang saat ini dipriced-in pasar. JGBs punya slight negative bias karena BoJ normalisasi kebijakan masih akan terus menekan yields ke atas.

Untuk currencies, dollar AS bergeser ke neutral setelah repricing ekspektasi Fed dan munculnya kembali narasi dollar debasement — terutama dari intervensi yield curve dan FX oleh US Treasury. Euro diupgrade ke neutral seiring perbaikan makro Eropa. Yen justru didowngrade; intervensi yang ada dinilai tidak cukup mengubah fundamental, dan apresiasi yang lebih durable butuh perubahan kebijakan fiskal yang lebih signifikan.

Gold naik ke positive view. Dollar debasement theme yang re-emerging, ditambah unwinding dari hawkish policy pricing yang berlebihan, membuat gold kembali relevan sebagai portfolio diversifier — terutama di lingkungan di mana korelasi tradisional bonds-equities tidak bisa diandalkan.

Satu tema struktural yang terus muncul: electrification, AI infrastructure, dan energy security. Permintaan mineral kritis diproyeksikan tumbuh 4x untuk mencapai Sustainable Development Scenario, sementara supply tetap constrained. Copper, grid infrastructure, baterai, dan rantai pasok energi bersih — terutama dari perusahaan China dan Korea — masuk dalam radar sebagai thematic ideas jangka menengah.