LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Saham Kalahkan Obligasi AS 23,3%: Rekor Sejak 2021

S&P 500 futures mengungguli US Treasury 10Y sebesar 23,3 poin persentase dalam 6 bulan. Divergensi ekstrem terjadi saat harga obligasi sentuh level terendah.


Dalam enam bulan terakhir, kontrak futures S&P 500 mengungguli kontrak futures US Treasury 10-year note sebesar 23,3 poin persentase. Ini merupakan selisih imbal hasil atau outperformance terlebar antara saham dan obligasi pemerintah Amerika Serikat sejak tahun 2021. Pasar saat ini bergerak dalam dinamika divergensi tajam: bursa saham bertengger di dekat rekor tertinggi, sementara harga surat utang jangka panjang terpuruk ke titik terendah dalam hampir dua dekade.

  • Kontrak S&P 500 futures melonjak +17,6% sepanjang periode ini dan bertahan di dekat level all-time high.
  • Kontrak 10Y Treasury note futures anjlok -5,7% ke posisi terendah sejak Juni 2007.
  • Selisih 23,3 poin persentase ini tercatat sebagai underperformance terbesar ke-6 bagi obligasi tenor 10 tahun sepanjang abad ini.
  • Pola ini berbanding terbalik dengan Krisis Finansial 2008, ketika obligasi 10 tahun sempat mengungguli saham hingga +40,3 poin persentase dalam rentang enam bulan.

Kesenjangan 23,3 poin persentase ini memperlihatkan perubahan struktural pada cara pelaku pasar memposisikan portofolio. Kejatuhan harga futures obligasi tenor 10 tahun ke level terendah sejak Juni 2007 berjalan beriringan dengan naiknya yield obligasi acuan. Dalam kondisi normal, imbal hasil obligasi bebas risiko yang tinggi akan menekan valuasi saham karena biaya modal meningkat. Yang terjadi saat ini justru kebalikannya: indeks saham utama AS melesat 17,6% dan mengabaikan kenaikan biaya modal tersebut.

Pergeseran ini membuktikan bahwa likuiditas global memilih bertahan di aset ekuitas ketimbang memburu instrumen pendapatan tetap. Saat krisis likuiditas 2008 terjadi, aksi flight to safety mendorong obligasi mengungguli saham dengan gap masif 40,3 poin persentase. Kontras tajam hari ini menunjukkan investor tidak lagi memperlakukan US Treasury sebagai tempat berlindung utama, melainkan merespons ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lama di tengah keyakinan terhadap pertumbuhan korporasi.

Bagi pasar berkembang termasuk Indonesia, divergensi ekstrem ini berimplikasi langsung pada pergerakan dana global. Pelemahan harga obligasi AS yang memicu yield tetap tinggi mempersempit selisih imbal hasil surat utang domestik. Kondisi ini menahan derasnya aliran dana asing atau foreign flow masuk ke pasar obligasi lokal dan membatasi ruang apresiasi mata uang domestik, mengingat daya tarik aset dolar masih sangat dominan.

Jika reli S&P 500 terus berlanjut tanpa diimbangi stabilisasi harga US Treasury, maka valuasi ekuitas global akan semakin rentan mengalami koreksi atau profit taking saat realisasi laba tidak mampu mengimbangi beban bunga. Sebaliknya, jika kontrak futures obligasi 10 tahun berhasil memantul dari dasar level terendah Juni 2007, maka tekanan yield global akan mereda dan membuka ruang transmisi likuiditas yang lebih merata ke pasar berkembang.

Kunci pengujian thesis pasar beberapa waktu ke depan bertumpu pada ketahanan harga obligasi tenor 10 tahun di batas terendah tahun 2007 tersebut. Divergensi selebar 23,3 poin persentase hampir selalu berujung pada penutupan celah valuasi oleh salah satu aset.