Dana asing keluar Rp18,2 triliun dari SRBI, SBN, dan saham dalam empat hari. Penjualan bersih saham sepanjang 2026 kini mencapai Rp94,87 triliun.
Key Takeaways
- Investor asing mencatatkan net outflow Rp18,2 triliun pada 19–22 Oktober 2026 di SRBI, obligasi pemerintah, dan pasar saham.
- Pelepasan aset terjadi serempak: SRBI keluar Rp6,5 triliun, obligasi pemerintah Rp6,3 triliun, dan saham Rp5,4 triliun.
- Penjualan bersih asing di bursa saham mencapai Rp6,67 triliun sepekan (19–23 Oktober 2026), mendorong total outflow saham sepanjang 2026 ke Rp94,87 triliun.
Dana asing keluar sebesar Rp18,2 triliun dari pasar keuangan domestik hanya dalam tempo empat hari kerja, terhitung 19 hingga 22 Oktober 2026. Angka ini bukan rotasi portofolio biasa dari satu sektor ke sektor lain, melainkan pelepasan kepemilikan aset secara serempak di tiga pintu likuiditas utama: SRBI, obligasi pemerintah, dan saham.
Bukan Sekadar Saham, Tiga Pintu Dibuka Serempak
Dari total modal yang ditarik, SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) mencatatkan arus keluar terbesar senilai Rp6,5 triliun. Surat berharga jangka pendek terbitan bank sentral ini biasanya berfungsi sebagai penampung likuiditas valas agar dana asing betah bertahan di dalam negeri. Pada saat yang sama, obligasi pemerintah dilepas sebesar Rp6,3 triliun, disusul pasar saham dengan nilai Rp5,4 triliun.
Kondisi ini mirip pedagang grosir besar yang tidak cuma mengosongkan barang dagangan di etalase toko (pasar saham), tetapi juga mencairkan simpanan giro di meja kasir (SRBI) dan menjual surat utang di brankas (obligasi) secara bersamaan untuk memindahkan seluruh uangnya ke luar toko. Ketika pelepasan terjadi di ketiga aset tersebut, rupiah berhadapan langsung dengan tekanan jual karena hasil pelepasan aset ditukar kembali ke mata uang asal.
Beban Rp94,87 Triliun yang Ditopang Likuiditas Domestik
Tekanan jual di bursa saham berlanjut hingga akhir pekan. Pada periode 19–23 Oktober 2026, foreign net sell saham tercatat mencapai Rp6,67 triliun. Angka mingguan ini memperlebar total akumulasi arus modal keluar asing dari pasar saham domestik menjadi Rp94,87 triliun sepanjang 2026.
Keluarnya dana sebesar Rp94,87 triliun sejak awal tahun memberikan gambaran jelas mengenai peta transaksi di IHSG. Penjualan asing dalam skala ini membebani saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) yang selama ini menjadi penampung utama dana asing. Seluruh pasokan jual ini diserap oleh pelaku pasar domestik, mulai dari investor institusi lokal hingga ritel. Ketika pasokan saham yang dilepas terus bertambah sementara daya beli domestik terbatas, harga saham cenderung tertahan dan valuasi pasar saham tertekan.
Daya Tahan Dana Lokal Menghadapi Tekanan Jual
Arus keluar modal asing di pasar obligasi dan SRBI berisiko membuat imbal hasil (yield) surat utang naik dan biaya pinjaman perbankan ikut terkerek. Bagi pemodal di pasar saham, fokus utamanya kini berada pada ketahanan likuiditas domestik. Selama pemodal luar belum berbalik melakukan akumulasi beli (net buy), penguatan IHSG secara berkelanjutan akan sulit terbentuk bila hanya bertumpu pada daya serap modal lokal.