Jika suku bunga bertahan di atas proyeksi CBO, defisit anggaran AS bertambah hampir US$6 triliun dan rasio utang tembus rekor 133% PDB pada 2036.
Key Takeaways
- Suku bunga rata-rata 150 basis poin di atas proyeksi CBO berpotensi menambah defisit anggaran AS hingga hampir US$6 triliun sampai 2036.
- Defisit tahunan AS terancam menyentuh 8,8% dari PDB, level tertinggi sejak Perang Dunia II di luar krisis 2008 dan 2020.
- Rasio Debt-to-GDP AS diproyeksikan mencetak rekor 133% dari posisi saat ini di kisaran 100%.
- Kenaikan rata-rata 50 basis poin di atas proyeksi saja sudah cukup menambah defisit US$2 triliun dan mengangkat utang ke 124% PDB.
- Yield 10Y Note sempat menyentuh kisaran 5,30%, atau sekitar 100 basis poin di atas rata-rata proyeksi 10 tahun CBO.
Pemerintah Amerika Serikat berada pada posisi di mana ruang fiskal tidak lagi sanggup menanggung suku bunga tinggi. Angka proyeksi CBO per Februari menunjukkan bahwa setiap pergeseran yield obligasi di atas baseline langsung membebani anggaran belanja negara dalam jumlah triliunan dolar. Kebutuhan pemangkasan suku bunga kini bukan sekadar urusan menjaga pertumbuhan ekonomi, melainkan keharusan untuk menahan laju tumpukan utang pemerintah.
Hitungan Tambahan Utang Ketika Yield Bertahan Tinggi
Jika suku bunga rata-rata bertahan 150 basis poin di atas proyeksi CBO hingga 2036, defisit anggaran AS akan bertambah hampir US$6 triliun sepanjang periode tersebut. Tambahan beban ini akan mengangkat defisit tahunan menjadi 8,8% dari PDB. Di luar periode 2008 dan 2020, defisit 8,8% ini menjadi level tertinggi bagi anggaran AS sejak Perang Dunia II.
Beban tersebut langsung mengubah struktur neraca utang pemerintah. Rasio Debt-to-GDP AS yang saat ini berada di kisaran 100% akan terdorong ke rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 133%. Bahkan dalam skenario yang lebih moderat, yaitu suku bunga rata-rata 50 basis poin di atas proyeksi, defisit tetap bertambah hampir US$2 triliun dan mendongkrak rasio utang menjadi 124% dari PDB pada 2036.
Pasar Obligasi Berjalan Lebih Cepat dari Proyeksi Resmi
Tekanan fiskal ini bukan sekadar simulasi jangka panjang. Beberapa pekan lalu, yield 10Y Note sempat diperdagangkan di kisaran 5,30%. Angka ini berada sekitar 100 basis poin di atas rata-rata yield yang diproyeksikan CBO untuk periode 10 tahun ke depan. Kesenjangan ini memperlihatkan bahwa biaya pinjaman riil di pasar sekunder sudah melampaui perhitungan anggaran belanja pemerintah.
Kondisi ini mempertegas alasan pemerintah AS membutuhkan penurunan suku bunga acuan. Pembayaran bunga utang lama serta penerbitan surat utang baru pada tingkat kupon tinggi menyerap bagian penerimaan negara yang terlalu besar jika yield pasar tidak segera turun.
Arah Suku Bunga Menentukan Beban Utang Jangka Panjang
Jika suku bunga acuan mulai diturunkan dan yield obligasi bergerak melandai mendekati proyeksi CBO, penambahan defisit triliunan dolar dapat tertahan sehingga rasio utang tidak terdorong ke level 133% PDB. Sebaliknya, jika yield obligasi terus bertahan antara 50 hingga 150 basis poin di atas proyeksi dasar, pembengkakan defisit hingga mendekati US$6 triliun akan memaksa pemerintah menerbitkan surat utang dalam jumlah jauh lebih besar dan menyerap likuiditas pasar.
Fokus utama saat ini berada pada kemampuan yield 10Y Note untuk bertahan di bawah level 5,30% serta seberapa cepat pelonggaran suku bunga terjadi sebelum penerbitan utang baru mengunci beban bunga yang lebih besar.