Bitcoin kembali ke bawah US$80.000 dan Ethereum melemah tajam usai likuidasi leverage US$200 juta dalam 60 menit pada 24 Oktober 2026.
Key Takeaways
- Posisi leverage senilai US$200 juta terlikuidasi dalam waktu kurang dari 60 menit.
- Bitcoin kembali turun ke bawah level psikologis US$80.000.
- Ethereum ikut melemah tajam akibat aksi jual paksa berantai di pasar derivatif.
Pasar kripto mengalami koreksi cepat pada 24 Oktober 2026. Dalam rentang waktu kurang dari 60 menit, posisi leverage senilai US$200 juta terlikuidasi di bursa. Tekanan jual otomatis ini menekan Bitcoin kembali ke bawah level US$80.000 dan membuat Ethereum ikut melemah tajam.
Likuidasi US$200 Juta Memaksa Penjualan Berantai
Pembersihan posisi senilai US$200 juta dalam waktu di bawah satu jam memperlihatkan tingginya porsi utang spekulatif di pasar. Ketika harga bergerak sedikit saja berlawanan dengan arah posisi beli, batas margin terlewati dan sistem bursa langsung mengeksekusi penutupan paksa.
Cara kerja likuidasi di pasar derivatif selalu menciptakan efek bola salju. Pesanan jual otomatis yang masuk ke dalam buku pesanan (order book) langsung menekan harga pasar. Penurunan harga tersebut kemudian menyentuh level likuidasi akun-akun lain di bawahnya. Ethereum ikut tertekan tajam karena likuiditas pasar tersedot untuk menutup kerugian posisi derivatif.
Level US$80.000 Berubah Menjadi Titik Uji Baru
Kembalinya Bitcoin ke bawah level US$80.000 mengubah peta pergerakan jangka pendek. Angka bulat ini sebelumnya menjadi batas psikologis penting bagi para pembeli. Ketika level tersebut tertembus ke bawah akibat likuidasi cepat, tumpuan pasar kini berpindah ke pembeli di pasar spot.
Pasar kini menguji seberapa besar minat beli riil untuk menyerap koin-koin yang dilepas paksa oleh sistem. Jika pembeli spot tidak masuk dalam jumlah yang cukup, harga aset kripto cenderung tertahan lebih lama. Tanpa penyerapan dari pasar spot, pergerakan harga harian akan tetap ditentukan oleh gejolak di bursa derivatif.
Dua Arah Pergerakan Setelah Likuidasi Selesai
Jika Bitcoin mampu kembali naik dan bertahan di atas level US$80.000 setelah gelombang likuidasi ini mereda, maka pelemahan ini hanya merupakan pembersihan posisi spekulatif jangka pendek. Sebaliknya, jika Bitcoin tetap tertahan di bawah US$80.000 sementara tekanan jual pada Ethereum terus berlanjut, maka harga berisiko mencari level terendah baru karena pelaku pasar membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan modal mereka.
Yang Perlu Dipantau di Pasar Derivatif
Fokus utama saat ini adalah memastikan apakah gelombang likuidasi lanjutan masih terjadi. Pelaku pasar perlu memantau apakah posisi terbuka (open interest) di bursa berjangka sudah mendatar dan volume penjualan paksa mulai habis. Selama pasar derivatif belum stabil, setiap upaya kenaikan harga berpotensi tertahan oleh aksi jual berikutnya.