LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Blokade Hormuz Gagal, Pasokan Minyak Capai 24 Juta Barel

Pasokan minyak Teluk tembus 24 juta barel per hari lampaui level prapraha. Minyak bertahan di US$108 akibat rekor tarif kargo dan asuransi perang.


Key Takeaways

  • Ekspor minyak dari kawasan Teluk mencapai 24 juta barel per hari, melampaui level sebelum perang sebesar 23,3 juta barel per hari.
  • Arus pelayaran Selat Hormuz pulih ke 82% kapasitas normal, didukung pengalihan 40% minyak mentah non-Iran lewat pipa darat Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
  • Biaya sewa supertanker ke China mencetak rekor US$37 per barel dengan premi asuransi perang naik dari di bawah 3% menjadi 10% nilai kapal.
  • Harga minyak Brent bertahan di level US$108 per barel murni karena biaya logistik dan risiko militer, bukan akibat kelangkaan pasokan fisik.

Blokade militer di Selat Hormuz gagal memotong pasokan minyak mentah dunia. Wilayah Teluk justru mengalirkan 24 juta barel per hari pada pekan yang berakhir 18 Oktober, lebih tinggi dibandingkan rata-rata sebelum perang sebesar 23,3 juta barel per hari. Lalu lintas di selat itu sendiri kini sudah kembali ke 82% dari kapasitas normal, meskipun sekitar 30 serangan terhadap kapal terjadi sepanjang Oktober—menyumbang seperlima dari seluruh insiden sejak konflik bermula.

Pipa Darat dan Taktik Mematikan Pelacak di Teluk Oman

Pengalihan rute logistik menjadi kunci bertahannya pasokan. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memutar jalur pengiriman hingga 40% minyak mentah non-Iran kini mengalir lewat pipa darat menghindari selat, naik dari 17% pada Februari. Sementara itu, ekspor minyak mentah milik Iran sendiri terkunci rapat akibat blokade balasan armada militer Amerika Serikat.

Minyak mentah tetap keluar dari kawasan Teluk dengan cara yang tidak biasa dan mahal. Kapal-kapal tanker mengisi muatan di dalam teluk dengan mematikan sistem pelacak otomatis. Tanker ini melaju kencang menyusuri pesisir Oman di bawah kawalan jet tempur Amerika Serikat, memindahkan kargo ke kapal lain di Teluk Oman, lalu segera kembali masuk untuk giliran berikutnya.

Tarif Angkut Rekor dan Beban Asuransi Perang

Penjagaan militer tidak membuat pelayaran menjadi murah. Pemilik kapal harus membayar kru tiga kali lipat dari gaji bulanan normal atau memberi bonus tunai US$25.000 untuk satu kali perjalanan pulang-pergi. Premi asuransi risiko perang melonjak dari di bawah 3% menjadi 10% dari nilai lambung kapal. Tembakan granat berpeluncur roket bahkan menembus tangki air sebuah kapal yang sedang mengangkut 2 juta barel minyak Irak pada pekan lalu.

Kombinasi risiko tersebut membuat ongkos sewa supertanker untuk rute menuju China menyentuh rekor US$37 per barel. Data volume membuktikan bahwa jalur selat tetap terbuka, mematahkan klaim penutupan total rute dagang tersebut. Kendati demikian, bahaya di jalur pelayaran tetap nyata dan seluruh rantai ekonomi global menanggung tagihannya.

Minyak US$108 Bukan Karena Kelangkaan Pasokan

Harga minyak mentah Brent yang bertengger di US$108 per barel merefleksikan ongkos risiko pengangkutan, bukan hilangnya barel minyak dari pasar. Beban ini menjalar ke harga bensin konsumen yang menyentuh US$6 per galon dan menekan tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Trump ke angka 31%. Daya tawar berupa ancaman kelangkaan suplai yang sempat dibangun Teheran pada April lalu pada praktiknya sudah hilang.

Jika operasi pengawalan udara dan pipa darat terus menjaga arus minyak tetap stabil hingga tarif kargo kapal perlahan turun, maka premi risiko perang pada harga minyak akan terkikis mendekati level pasokan fisiknya. Sebaliknya, jika serangan rudal atau roket berhasil menenggelamkan supertanker bermuatan penuh hingga perusahaan asuransi menolak menjamin pelayaran, maka pengiriman minyak akan terhenti karena faktor biaya angkut yang tidak masuk akal, bukan karena sumur minyak berhenti berproduksi.

Perhatian pasar ke depan berada pada pergerakan tarif kargo supertanker dan premi asuransi kapal komersial di Teluk Oman, bukan pada kuota produksi minyak di darat.