LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Belanja Data Center US $85 Miliar, Kantor Turun $46 Miliar

Belanja konstruksi data center AS naik 73% YoY jadi $85 miliar di Agustus, sementara kantor umum turun ke $46 miliar dengan selisih rekor $39 miliar.


Key Takeaways

  • Belanja konstruksi data center di Amerika Serikat menyentuh rekor tahunan $85 miliar pada Agustus, naik 73% YoY setelah naik 65% YoY pada Juni.
  • Laju pertumbuhan ini merupakan yang terbesar sejak April 2025, dengan kenaikan kumulatif $76 miliar atau 823% sejak awal 2021.
  • Belanja gedung kantor fisik turun 10% YoY ke $46 miliar pada Agustus, menyentuh posisi terendah kelima sejak Desember 2015.
  • Perbedaan arah belanja modal kedua sektor menghasilkan rekor selisih sebesar $39 miliar.

Belanja konstruksi data center di Amerika Serikat menyentuh rekor tahunan $85 miliar pada Agustus, naik 73% YoY. Kenaikan ini memperpanjang tren setelah pertumbuhan 65% YoY pada Juni, sekaligus menjadi laju tahunan terbesar sejak April 2025. Sejak awal 2021, alokasi dana untuk membangun pusat data bertambah $76 miliar atau naik 823%. Modal fisik berpindah cepat menuju fasilitas komputasi kecerdasan buatan.

Kantor Biasa Ditinggalkan, Data Center Menyerap Modal

Kondisi sebaliknya terjadi pada sektor perkantoran umum. Belanja konstruksi kantor turun 10% YoY pada Agustus ke angka $46 miliar. Angka ini merupakan catatan terendah kelima sejak Desember 2015. Sejak awal 2023, pengeluaran untuk proyek perkantoran berkurang $25 miliar atau terpangkas 35%.

Arah yang berlawanan ini menciptakan selisih rekor sebesar $39 miliar antara belanja pusat data dan gedung kantor. Pasar properti komersial tidak lagi memprioritaskan ruang kerja fisik dalam pembagian modal. Pengembang dan pemilik dana memindahkan alokasi belanja modal dari gedung perkantoran ke fasilitas server dan infrastruktur teknologi.

Pemenang dan Pecundang dari Selisih $39 Miliar

Pemisahan belanja modal ini memperjelas posisi pemenang dan sektor yang tertinggal. Industri penunjang pusat data, mulai dari penyedia daya kelistrikan, sistem pendingin, hingga komponen teknis, menerima aliran proyek nyata dari belanja $85 miliar tersebut. Permintaan ini berbentuk pesanan fisik yang mengisi buku pesanan kontraktor spesialis.

Sebaliknya, pemilik dan pengembang gedung perkantoran konvensional menghadapi penurunan permintaan sewa ruang kerja. Ketika belanja kantor turun 35% dalam waktu kurang dari empat tahun, kontraktor konstruksi komersial biasa menghadapi risiko penurunan volume proyek jika tidak mampu masuk ke pengerjaan fasilitas data center.

Yang Perlu Diuji dari Laju Belanja Ini

Jika pertumbuhan belanja data center tetap bertahan di kisaran 70% ke depan, maka rantai pasok infrastruktur daya dan komputasi akan terus mencatat kenaikan margin dan backlog proyek yang kuat. Sebaliknya, jika pertumbuhan belanja modal ini mulai melambat dan selisih $39 miliar menyempit, maka valuasi sektor penunjang infrastruktur AI akan menghadapi penyesuaian ekspektasi.

Ujian berikutnya terletak pada kemampuan belanja data center untuk bertahan di atas level tahunan $85 miliar pada bulan-bulan berikutnya tanpa terhambat ketersediaan daya listrik.