LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Data Tenaga Kerja AS Kuat, Yield Treasury Naik 11 Bp

Household survey AS mencatat kenaikan 406.000 pekerja September. Yield Treasury 10-tahun naik 11 bp didorong real yield dan term premium.


Key Takeaways

  • Survei kantor (establishment survey) hanya mencatat 29.000 pekerjaan baru, tetapi survei rumah tangga (household survey) menunjukkan penambahan 406.000 pekerja pada September setelah penambahan sekitar 600.000 pada Agustus.
  • Tingkat pengangguran naik tipis semata-mata karena angkatan kerja yang sebelumnya pasif kembali mencari kerja, dengan hampir satu juta orang terserap dalam dua bulan.
  • Yield US Treasury tenor 10-tahun berbalik arah dan naik sekitar 11 bp dalam sepekan, digerakkan oleh real yield dan term premium, bukan kekhawatiran inflasi.

Banyak pelaku pasar terburu-buru menyimpulkan data tenaga kerja Amerika Serikat melemah hanya karena angka establishment survey tercatat 29.000 pekerjaan. Pembacaan itu mengabaikan gambaran yang jauh lebih riil dari household survey: penyerapan tenaga kerja bertambah 406.000 orang pada September, melanjutkan penambahan sekitar 600.000 orang pada Agustus. Dalam rentang dua bulan saja, hampir satu juta orang mendapatkan pekerjaan baru.

Household Survey Menunjukkan Pasar Tenaga Kerja Masih Ketat

Kenaikan tipis pada tingkat pengangguran tidak bersumber dari pemutusan hubungan kerja. Angka tersebut naik semata-mata karena orang-orang yang sebelumnya berhenti mencari nafkah kini kembali masuk ke angkatan kerja. Saat jumlah orang yang kembali aktif mencari kerja melampaui kecepatan administrasi pembukaan lowongan formal, tingkat pengangguran bisa naik tipis secara statistik meski penyerapan tenaga kerja sebenarnya sangat kuat.

Perbedaan tajam antara data korporasi dan data rumah tangga ini menjelaskan mengapa anggapan ekonomi melambat masih terlalu dini. Fakta bahwa hampir satu juta orang kembali bekerja dalam tempo 60 hari membuktikan bahwa daya beli dan pendapatan rumah tangga masih menopang roda ekonomi.

Real Yield dan Term Premium Menyetir Arah Imbal Hasil Obligasi

Pasar obligasi membaca kenyataan ini jauh lebih cepat. Sempat turun sesaat setelah rilis angka 29.000, yield obligasi pemerintah AS tenor 10-tahun berbalik arah tajam dan mengakhiri pekan dengan kenaikan sekitar 11 bp. Pergerakan imbal hasil ini bukan berasal dari ketakutan inflasi, melainkan dari dorongan real yield dan term premium.

Pelaku pasar obligasi mulai menghitung ulang ekspektasi penurunan bunga acuan yang sebelumnya dinilai terlalu agresif. Saat real yield merangkak naik, pasar meminta yield yang lebih tinggi untuk memegang obligasi jangka panjang. Berdasarkan beberapa indikator, ruang bagi suku bunga pasar untuk naik lebih jauh masih terbuka lebar.

Taruhan Bunga dan Arah Valuasi Saham

Jika data ketenagakerjaan dan aktivitas ekonomi berikutnya terus mengonfirmasi kekuatan penyerapan tenaga kerja versi household survey, maka yield obligasi acuan AS berpotensi melanjutkan kenaikan dan menahan ruang ekspansi valuasi saham-saham ber-P/E ratio tinggi. Sebaliknya, jika data riil mendatang mulai menyusul angka 29.000 versi establishment survey, maka tekanan naik pada yield tenor panjang akan mereda dan menahan tekanan jual pada aset pasar berkembang.

Fokus pengamatan ke depan bukan lagi menebak kapan inflasi kembali naik, melainkan menguji seberapa jauh term premium dan real yield akan merayap naik sebelum ketahanan pasar tenaga kerja benar-benar teruji.