LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

De-dolarisasi Cuma Ilusi? Cek Fakta di Balik US$

Pangsa cadangan devisa dolar AS turun ke 58%, tapi perannya di pasar valas dan obligasi tetap dominan. Mengapa narasi de-dolarisasi belum terbukti?


Key Takeaways

  • Porsi dolar AS di cadangan devisa global turun dari 70% menjadi 58%, tetapi porsinya di transaksi harian valas dunia masih bertahan di kisaran 90%.
  • Kepemilikan asing pada US Treasury mendekati US$10 triliun, membuktikan pasar safe asset dan agunan global belum tergantikan.
  • Pasar stablecoin bernilai sekitar US$300 miliar hampir seluruhnya berpatokan pada dolar, memperluas pemakaian dolar lewat jalur pembayaran baru.

Pangsa dolar AS dalam cadangan devisa dunia turun dari sekitar 70% pada tahun 2000 menjadi 58% baru-baru ini. Pada periode yang sama, bank sentral membeli emas lebih banyak dan jalur pembayaran non-SWIFT mulai aktif. Namun, menyimpulkan bahwa peran dolar AS segera runtuh adalah pembacaan yang keliru. Ada jarak yang lebar antara diversifikasi portofolio cadangan devisa dan kenyataan transaksi pasar harian.

Cadangan Devisa Berkurang, Likuiditas Valas Tetap Dikuasai Dolar

Dalam perdagangan valuta asing dunia, dolar masih berada di salah satu sisi perdagangan pada hampir 90% transaksi valas harian. Bank sentral mungkin mengurangi simpanan dolarnya demi menekan risiko sanksi dan membagi risiko aset. Namun ketika korporasi mengekspor barang, manajer investasi melakukan hedging, atau perbankan mencari pinjaman antarbank, dolar tetap menjadi pilihan utama karena pasarnya paling dalam dengan biaya transaksi paling murah.

Emas dan Jalur Pembayaran Baru Belum Menggantikan US Treasury

Emas sering dianggap sebagai penantang utama obligasi pemerintah AS. Faktanya, emas tidak memiliki yield curve, tidak bisa dipakai sebagai agunan di pasar repo harian, dan tidak mampu memfasilitasi transaksi bernilai triliunan dolar per detik. Kepemilikan asing pada US Treasury bahkan mendekati US$10 triliun.

Inovasi digital juga tidak otomatis mengubah nilai hitung transaksi. Nilai pasar stablecoin mendekati US$300 miliar, tetapi hampir semuanya dipatok ke dolar AS. Pengguna memanfaatkan teknologi kripto untuk memindahkan dana, tetapi aset yang dipindahkan tetaplah klaim berbasis dolar. Saluran pembayarannya memang berubah, tetapi mata uang yang mengalir di dalamnya tetap sama.

Yang Perlu Dipantau untuk Menguji Posisi Dolar

Pelemahan kurs dolar harian biasanya hanya cerminan siklus suku bunga atau perbedaan pertumbuhan ekonomi. Posisi dolar baru benar-benar terancam jika muncul tiga tanda konkret: porsi dolar di transaksi harian valas jatuh di bawah 80%, pasar agunan US Treasury macet, dan perusahaan global serentak menolak menulis kontrak dagang dalam dolar. Selama pasar mata uang tandingan belum menawarkan likuiditas dan kepastian hukum yang setara, dominasi dolar di pasar keuangan global masih sulit digeser.