LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Housing Starts AS Turun ke 1,22 Juta Unit

Housing starts AS turun 5,2% di September ke 1,22 juta unit tahunan. Tingginya bunga KPR dan tumpukan stok menahan proyek baru pengembang.


Key Takeaways

  • Pembangunan rumah baru (housing starts) AS turun 5,2% secara bulanan pada September ke 1,22 juta unit tahunan, catatan terendah kedua sejak Mei 2020.
  • Penurunan September memperpanjang kontraksi tiga bulan berturut-turut setelah Juli turun 4,9% dan Agustus turun 5,9%.
  • Segmen single-family turun 4,6% ke 859.000 unit, sementara segmen multifamily turun 7,2% ke 349.000 unit.
  • Kombinasi bunga KPR tinggi, keterjangkauan pembeli yang memburuk, tumpukan stok rumah, dan penurunan keyakinan pengembang menahan dimulainya proyek baru.

Aktivitas pembangunan rumah baru di Amerika Serikat melambat ke 1,22 juta unit secara tahunan pada September. Angka ini turun 5,2% dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi catatan terendah kedua sejak Mei 2020. Sektor properti AS kini mencatatkan pelemahan tiga bulan berturut-turut setelah kontraksi 4,9% pada Juli dan 5,9% pada Agustus.

Pelemahan Terjadi di Rumah Tapak dan Apartemen

Penurunan September terjadi merata di kedua kategori konstruksi perumahan. Pembangunan rumah tapak keluarga tunggal (single-family housing starts) turun 4,6% secara bulanan menjadi 859.000 unit, posisi terendah kedua sejak April 2023. Kategori ini mencerminkan permintaan riil dari pembeli rumah pertama maupun keluarga yang ingin memperluas hunian.

Di segmen hunian vertikal atau apartemen (multifamily), pelemahannya tercatat lebih dalam. Pembangunan proyek apartemen turun 7,2% menjadi 349.000 unit, level terendah kedua sejak Mei 2025. Penurunan di kedua segmen sekaligus memperlihatkan bahwa pengembang di berbagai lini memilih menahan dimulainya proyek baru.

Beban Bunga KPR dan Tumpukan Stok Rumah

Ada dua faktor utama yang menahan pengembang memasang fondasi baru. Faktor pertama datang dari sisi pembeli: bunga KPR (mortgage rate) yang bertahan tinggi membuat kemampuan beli atau affordability memburuk. Beban cicilan bulanan yang berat membuat calon pembeli menunda rencana pembelian rumah.

Faktor kedua datang dari sisi pengembang: stok rumah yang belum terjual (inventories) masih menumpuk di level tinggi, sementara keyakinan bisnis pengembang (homebuilder confidence) terus melemah. Membuka proyek baru di tengah pasokan lama yang belum terserap dan biaya pinjaman konstruksi yang mahal berisiko menekan arus kas. Akibatnya, aktivitas konstruksi perumahan tampak berhenti di tempat.

Dua Arah Pasar dari Melambatnya Konstruksi

Sektor perumahan merupakan indikator awal yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga acuan. Jika perlambatan sektor perumahan ini mulai menjalar ke pelemahan data tenaga kerja dan belanja konsumen secara lebih luas, maka bank sentral memiliki alasan kuat untuk menurunkan suku bunga acuan lebih cepat, yang berpotensi menekan yield obligasi dan memberi ruang bagi pasar saham untuk menguat. Sebaliknya, jika data inflasi umum tetap bertahan tinggi meski pasar perumahan terus melemah, maka suku bunga acuan akan bertahan di level tinggi lebih lama, memberi beban tambahan bagi arus kas pengembang dan rantai pasok material bangunan.

Hal yang perlu dipantau ke depan adalah apakah pengembang mulai memotong harga jual untuk menghabiskan tumpukan stok atau memilih menahan pasokan proyek baru lebih lama. Kecepatan penyerapan stok rumah lama menjadi penentu sebelum aktivitas konstruksi bisa kembali bergerak normal.