LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Kenapa Call Option Tekor Saat Saham Naik?

Saham naik tapi call option merugi. Ketahui cara time decay dan penurunan implied volatility menggerus nilai premi kontrak opsi.


Key Takeaways

  • Arah pergerakan saham yang tepat tidak otomatis menghasilkan laba pada call option jika kenaikan harga gagal menutup penurunan nilai premi.
  • Penurunan implied volatility menghapus nilai ekstrinsik kontrak lebih cepat daripada pertambahan nilai intrinsik dari kenaikan saham.
  • Penyusutan waktu atau theta decay menggerus modal pembeli opsi setiap hari, terutama pada kontrak yang mendekati tanggal jatuh tempo.

Membeli call option saat saham acuan bergerak naik seharusnya menghasilkan keuntungan. Kenyataannya, banyak pembeli kontrak mendapati nilai portofolio mereka berkurang meski tebakan arah pasar terbukti benar. Memegang opsi beli bukan sekadar bertaruh bahwa harga saham akan menguat. Kontrak ini memperhitungkan kecepatan gerak harga, sisa waktu kedaluwarsa, dan ekspektasi pasar.

Ekspektasi Volatilitas Turun Lebih Cepat dari Kenaikan Saham

Harga sebuah kontrak opsi terbentuk dari dua komponen: nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik. Nilai intrinsik mencerminkan keuntungan nyata jika opsi dieksekusi sekarang. Nilai ekstrinsik dibentuk oleh waktu dan ekspektasi pergerakan harga, yang diukur lewat implied volatility. Ketika pasar mengantisipasi peristiwa penting seperti pengumuman kinerja keuangan, premi opsi menjadi mahal karena ekspektasi lonjakan harga sangat tinggi.

Begitu peristiwa tersebut lewat dan ketidakpastian reda, volatilitas pasar menurun drastis. Penurunan volatilitas ini memotong nilai ekstrinsik kontrak dalam waktu singkat. Sekalipun saham acuan bergerak naik tipis, kenaikan nilai intrinsik sering kali tidak cukup besar untuk menambal hilangnya nilai ekstrinsik tersebut. Hasil bersihnya adalah penurunan nilai kontrak secara total.

Waktu Berjalan Melawan Pembeli Kontrak

Faktor kedua yang sering memicu kerugian adalah penyusutan nilai waktu atau theta. Opsi merupakan kontrak yang memiliki batas umur. Setiap hari pasar buka, nilai waktu dari kontrak tersebut terus berkurang tanpa memedulikan arah pergerakan aset acuan. Penyusutan ini berjalan makin cepat seiring mendekatnya tanggal jatuh tempo.

Kondisi ini terasa paling berat bagi pemegang opsi out of the money atau posisi dengan harga pelaksanaan yang masih berada di atas harga saham saat ini. Kontrak jenis ini murni berisi nilai waktu tanpa nilai intrinsik sama sekali. Jika saham acuan naik perlahan dan tidak mampu menembus harga pelaksanaan sebelum kontrak berakhir, seluruh modal yang dibayarkan untuk membeli premi akan habis menjadi nol.

Kapan Posisi Opsi Tetap Menghasilkan Untung

Jika harga saham naik dengan laju yang jauh lebih cepat daripada penyusutan nilai waktu harian dan disertai kestabilan volatilitas, maka posisi call option akan membukukan laba yang optimal. Sebaliknya, jika harga saham naik lambat mendekati tanggal jatuh tempo sementara volatilitas mereda, maka penurunan premi akan memakan seluruh modal dan posisi berakhir rugi.

Membeli opsi menuntut disiplin yang lebih ketat daripada sekadar membeli saham biasa. Yang perlu dipantau sebelum membuka posisi bukan hanya arah pergerakan harga, melainkan apakah laju kenaikan saham tersebut cukup cepat dan cukup besar untuk melampaui gerusan waktu kontrak.