Kuartal tiga jadi periode sepi sektor ritel. Namun daya tahan AMRT dan konsolidasi MAPA memberi peluang ekspansi laba di tengah tekanan belanja konsumen.
Key Takeaways
- Kuartal tiga secara musiman merupakan periode paling lambat bagi peritel, diapit puncak belanja Lebaran dan libur akhir tahun.
- Minimarket unggul dalam daya tahan: AMRT diproyeksikan mencatat pertumbuhan laba bersih 58% y-y dan MIDI sebesar 14,6% y-y pada 3Q26.
- Konsolidasi Sports Direct Malaysia menyumbang sekitar US$100 juta penjualan baru bagi MAPA, mendorong estimasi laba naik 17,5% y-y.
- Kenaikan upah minimum 6,5% di 2027 dapat diimbangi AMRT dan MIDI cukup dengan target SSSG 3% hingga 4%.
Kuartal tiga hampir selalu menjadi titik terendah aktivitas belanja ritel domestik. Pola musiman menunjukkan belanja konsumen mencapai puncak saat Lebaran di kuartal satu dan liburan akhir tahun di kuartal empat, menyisakan kuartal tiga dengan volume transaksi yang lebih sepi. Namun, perlambatan daya beli kali ini tidak memukul semua emiten ritel secara merata.
Kebutuhan Pokok Jadi Bantalan Laba AMRT dan MIDI
Minimarket membuktikan posisinya paling aman menghadapi tekanan pengeluaran rumah tangga. Alfamart (AMRT) dan Alfamidi (MIDI) tidak berhadapan langsung dengan beban bahan baku impor atau risiko kurs seperti produsen barang konsumsi. Begitu harga produk naik, gerai minimarket langsung meneruskannya ke konsumen.
Kekurangan pasokan beras yang sempat membebani gerai pada pertengahan 2025 justru menciptakan angka perbandingan yang rendah untuk paruh kedua tahun ini. Hasilnya, AMRT diproyeksikan membukukan kenaikan pendapatan 9,9% y-y dengan pertumbuhan laba bersih 58% y-y di 3Q26. Sementara itu, MIDI diperkirakan mencatat kenaikan penjualan 11,2% y-y.
Kekhawatiran biaya tenaga kerja menjelang penetapan upah minimum 2027 juga masih terkelola. Jika upah rata-rata naik 6,5%, AMRT dan MIDI hanya butuh pertumbuhan penjualan toko yang sama (SSSG) di kisaran 3% sampai 4% untuk menutup kenaikan beban gaji lewat operating leverage.
MAPA Mengandalkan Akuisisi, ERAA Menunggu iPhone Baru
Di kategori barang tersier, MAP Active (MAPA) keluar dari tren pelemahan berkat aksi korporasi. Konsolidasi Sports Direct Malaysia mulai kuartal tiga menyuntikkan tambahan penjualan sekitar US$100 juta, setara 9% dari total penjualan tahunan MAPA. Segmen pakaian olahraga juga terbukti lebih tahan banting, menopang proyeksi kenaikan laba bersih MAPA sebesar 17,5% y-y.
Kondisi berbeda dialami Erajaya (ERAA). Penjualan gawai cenderung bergerak terbatas pada 3Q26 karena konsumen menahan transaksi sambil menunggu peluncuran lini iPhone baru. Pergeseran pola belanja ini membuat kuartal empat menjadi penentu utama perputaran laba ERAA.
Katalis Akhir Tahun Menentukan Arah Valuasi
Pilihan utama sektor ritel saat ini menempatkan AMRT dan MIDI di posisi teratas, disusul MAPA dan HRTA. Valuasi AMRT di level 20x P/E 2026 mencerminkan kepastian laba yang sulit disaingi peritel barang diskresioner saat kantong konsumen tertekan. Titik pantau berikutnya tertuju pada angka penetapan upah minimum resmi dan realisasi perputaran barang di musim libur akhir tahun.