LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Laba CUAN US$20 Juta, Tapi Aturan ESDM Jadi Ganjalan

Laba bersih CUAN naik ke US$20 juta pada 1H26 berkat batubara dan PTRO, namun aturan baru ESDM soal jasa tambang terafiliasi membayangi langkah ekspansinya.


Key Takeaways

  • Laba bersih CUAN pada paruh pertama 2026 naik menjadi US$19,8 juta dari US$1,9 juta pada periode yang sama tahun lalu, ditopang penjualan batubara yang tumbuh 130,8% secara tahunan ke US$249 juta.
  • Realisasi 1H26 baru memenuhi 35,1% target pendapatan setahun penuh akibat gangguan curah hujan tinggi yang menahan volume produksi.
  • Grup memperkuat kendali atas SINI menjadi 27,8% melalui PTRO yang menyerap penambahan modal, membuka jalan menuju penawaran tender wajib.
  • Kepmen ESDM No. 365.K/2026 membatasi pemakaian kontraktor tambang terafiliasi, memengaruhi 17,7% pendapatan PTRO jika kontrak harus ditender ulang.

Pendapatan CUAN pada semester I-2026 mencapai US$736,1 juta, naik 59,3% secara tahunan. Margin kotor ikut melebar 340 bps menjadi 13,8% dengan laba kotor US$101,6 juta. Kenaikan kinerja ini tidak hanya bersumber dari batubara, tetapi juga disokong lini jasa penambangan yang menyumbang US$233 juta serta kontribusi baru dari unit EPCI lepas pantai sebesar US$28 juta.

Cuaca Menahan Target, Volume Semester Dua Jadi Kunci

Secara tahunan, perolehan pendapatan dan EBITDA CUAN baru mengisi 35,1% dan 33,1% dari proyeksi penuh tahun 2026. Tingginya curah hujan di area konsesi pada kuartal pertama dan kedua menahan laju pengupasan dan pengangkutan batubara. Meski begitu, margin EBITDA tetap naik menjadi 22,0% dengan raihan US$162,1 juta.

Agar target tahunan tercapai, produksi di paruh kedua harus naik cukup tajam memanfaatkan cuaca yang lebih kering. Pendorong tambahan akan datang dari proyek tambang DBK yang pembangunan jalurnya sudah menyentuh 40% per Juli 2026, dengan target pengapalan batubara pertama sebelum tutup tahun.

Konsolidasi di SINI dan Rencana Tender Wajib

Di level aksi korporasi, CUAN memilih tidak mengambil porsi hak memesan efek terlebih dahulu di SINI secara langsung. Hak tersebut dialihkan kepada anak usahanya, PTRO, yang menaikkan kepemilikan di SINI dari 0,25% menjadi 19,9% memakai dana hasil pelepasan aset KMS-CEP.

Kepemilikan langsung CUAN memang turun ke 7,9%, tetapi total kendali grup justru naik dari sekitar 20,0% menjadi 27,8%. Manajemen kini dalam tahap negosiasi untuk mengambil alih porsi pemegang saham lain. Bila kesepakatan tercapai, CUAN resmi menjadi pemegang saham pengendali terbesar dan wajib menggelar penawaran tender wajib (mandatory tender offer).

Batas Kontrak Afiliasi Jadi Ujian Baru PTRO

Faktor penahan datang dari terbitnya Kepmen ESDM No. 365.K/MB.01/MEM.B/2026 pada pertengahan September 2026. Aturan ini melarang pemegang izin tambang mempekerjakan anak usaha atau afiliasi untuk jasa penambangan tanpa izin menteri, yang umumnya hanya diberikan untuk penugasan pemerintah.

Sekitar 17,7% pendapatan PTRO di semester I-2026 berasal dari pihak berelasi di dalam grup. Tanpa masa transisi yang tegas, kontrak internal berpotensi harus ditender ulang ke pihak luar, yang bisa mengikis keunggulan integrasi tambang CUAN. PTRO memang bisa mengalihkan alat beratnya ke pihak ketiga, namun kepastian petunjuk teknis aturan ini menjadi hal utama yang menentukan valuasi saham ke depan.