LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Menakar Valuasi AMMN: Target Rp7.000 dan Fase 8

Smelter beroperasi penuh dan tambang Batu Hijau Fase 8 masuk bijih berkadar tinggi. Simak valuasi AMMN dengan target harga Rp7.000 per saham.


Key Takeaways

  • Target harga AMMN dipatok di Rp7.000 per saham berbasis valuasi sum-of-the-parts, menawarkan potensi kenaikan 65,1% dari harga penutupan Rp4.240.
  • Penjualan katoda tembaga FY26F diproyeksikan naik 63% menjadi 124 kt dan emas murni naik 113% menjadi 243 koz berkat operasional penuh smelter.
  • Laba bersih diperkirakan tumbuh dengan CAGR 29% pada FY26F–FY28F, menurunkan net gearing dari 1,1x pada 2025 menjadi 0,3x pada FY28F.
  • Titik pantau utama berada pada persetujuan ekspor konsentrat sementara untuk FY27F–FY28F serta kepastian perpanjangan izin IUPK pasca-2030F.

Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terkoreksi 39,2% dalam 12 bulan terakhir ke level Rp4.240, kendati sempat rebound 26,6% dalam rentang tiga bulan. Tekanan harga sebelumnya mencerminkan beratnya belanja modal smelter dan penambangan lapisan batuan penutup berkadar rendah di Batu Hijau. Situasi fundamentalnya mulai berubah. Fasilitas smelter tembaga dan pemurnian logam mulia telah beroperasi penuh sejak Juli 2026, bersamaan dengan masuknya penambangan Fase 8 ke lapisan bijih berkadar lebih tinggi.

Penjualan Emas Diproyeksikan Naik 113% di FY26F

Smelter tembaga dan fasilitas Precious Metals Refinery (PMR) kini beroperasi penuh setelah kapasitas smelter meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 85 Mtpa. Kesiapan fasilitas ini langsung tecermin pada proyeksi volume. Penjualan katoda tembaga pada FY26F diproyeksikan naik 63% secara tahunan menjadi 124 kt. Pada periode yang sama, penjualan emas murni diproyeksikan melonjak 113% menjadi 243 koz.

Pendorong utama peningkatan volume ini adalah transisi operasional Fase 8 Batu Hijau yang dimulai Mei 2025. Tahun pertama operasional difokuskan pada pembersihan batuan penutup (waste removal) dan pengerukan lingkar luar berkadar rendah. Memasuki tahun kedua, penambangan mulai mengambil bijih dengan ore grade yang jauh lebih pekat.

Neraca Menguat, Net Gearing Turun ke 0,3x

Peningkatan volume produksi mengangkat proyeksi laba bersih dengan CAGR 29% sepanjang FY26F–FY28F, melampaui pertumbuhan pendapatan yang berada di level CAGR 10%. Penguatan kinerja operasional ini memperbaiki posisi neraca secara bertahap. Net gearing AMMN yang sempat berada di level 1,1x pada 2025 akibat siklus ekspansi fasilitas pemurnian, diproyeksikan turun ke 0,3x pada FY28F.

Penilaian berbasis sum-of-the-parts (SOP) yang menggabungkan discounted cash flow (DCF) untuk tambang Batu Hijau dan kelipatan cadangan untuk tambang Elang menghasilkan target harga Rp7.000. Angka ini mencerminkan 19,6x FY27F P/E, atau diskon 9% terhadap rata-rata emiten sejenis di pasar global.

Izin Ekspor dan Status IUPK Menjadi Ujian Thesis

Ada dua hal yang perlu dipantau untuk menguji kelanjutan thesis ini. Pertama, persetujuan pemerintah atas ekspor konsentrat sementara. Pada FY27F–FY28F, produksi konsentrat AMMN diproyeksikan melebihi kapasitas serap smelter internal. Izin ekspor sementara menjadi kunci agar kelebihan pasokan tersebut dapat langsung dikonversi menjadi arus kas tanpa tertahan di gudang.

Kedua, kepastian perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) setelah 2030F. AMMN merencanakan tambang Elang mulai beroperasi pada 2032 atau 2033, dengan kebutuhan belanja modal yang kembali dimulai pada 2030F. Kejelasan regulasi IUPK sebelum tahun tersebut menjadi jangkar utama bagi pasar untuk memvalidasi nilai jangka panjang dari cadangan Elang.