LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Pangsa Pasar ASII Lepas dari 50%: Efek Truk & BYD

Penjualan mobil 9M26 naik 21%, tapi market share ASII turun ke 49,6%. Truk dan merek China seperti BYD menggerus dominasi petahana.


Key Takeaways

  • Wholesales mobil 9M26 naik 21% y-y menjadi 679 ribu unit, tetapi masih 10% di bawah capaian 9M23 (756 ribu unit) karena efek basis rendah tahun sebelumnya.
  • Pangsa pasar ASII tergelincir ke 49,6% dari 53% di 9M25, pertama kalinya kalah dari total gabungan merek non-Astra (50,4%).
  • Segmen truk menopang pemulihan industri dengan kenaikan penjualan 52% y-y ke 77 ribu unit, menyumbang seperempat total pertumbuhan volume pasar.
  • Merek China menguasai 19,4% pangsa pasar, didorong oleh BYD yang mencatat lonjakan volume wholesales 118% y-y ke 44 ribu unit.

Angka wholesales mobil domestik periode 9M26 yang naik 21% year-on-year menjadi 679 ribu unit terlihat meyakinkan di permukaan. Namun, pertumbuhan ini lebih banyak terbantu oleh basis rendah 9M25 (562 ribu unit), periode sembilan bulan terlemah sejak 2020. Jika dibandingkan dengan volume 9M23 yang mencapai 756 ribu unit, pasar mobil sebenarnya masih tertinggal sekitar 10%.

Truk Menopang Angka, Bukan Mobil Penumpang

Pendorong utama pemulihan hingga kuartal ketiga bukan mobil keluarga, melainkan kendaraan komersial. Penjualan truk naik 52% y-y menjadi 77 ribu unit, mengangkat porsinya terhadap total wholesales dari 9,0% menjadi 11,4%. Kenaikan ini ditopang oleh Mitsubishi Fuso yang naik 79% y-y menjadi 32 ribu unit, Hino naik 61% ke 20 ribu unit, dan Isuzu naik 30% ke 23 ribu unit.

Di tingkat retail, penjualan truk juga naik 42% y-y ke 75 ribu unit. Angka retail yang sejalan dengan wholesales menandakan unit memang terserap oleh sektor riil seperti logistik dan komoditas, bukan sekadar penumpukan stok di diler. Tambahan 27 ribu unit dari truk menyumbang hampir seperempat dari total kenaikan volume industri otomotif nasional.

Dominasi ASII Bocor di Bawah 50%

Pertumbuhan volume pasar tidak terbagi merata. Penjualan wholesales PT Astra International Tbk (ASII) hanya tumbuh 13% y-y menjadi 337 ribu unit. Akibatnya, pangsa pasar ASII turun dari 53% pada 9M25 menjadi 49,6%. Merek di luar ekosistem Astra tumbuh lebih kencang di angka 30% y-y dan kini mengambil 50,4% pasar.

Tekanan lebih nyata terlihat di penjualan retail. Retail Astra hanya tumbuh 6,5% y-y, di mana merek utama seperti Toyota cuma naik 3,5%—jauh di bawah kenaikan wholesales-nya yang sebesar 8,8%. Di luar Astra, Honda kehilangan pijakan paling dalam setelah angka wholesales mereka turun 36% y-y dan pangsa pasarnya terpangkas menjadi 4,4% dari sebelumnya 8,3%.

BYD Melaju, Merek China Generasi Awal Mulai Tertinggal

Secara kolektif, merek asal China memperbesar penguasaan pasar mereka menjadi 19,4% dari sebelumnya 12,1%, dengan total volume 132 ribu unit (+94% y-y). Sejak Juli, porsi bulanan mereka konsisten berada di atas level 20%.

Namun persaingan internal merek China memperlihatkan pemisahan yang jelas. Tiga pemain baru—BYD, Jaecoo, dan Geely—menyumbang tambahan 64 ribu unit, atau separuh dari total pertumbuhan volume industri. BYD melipatgandakan wholesales hingga 118% y-y ke 44 ribu unit, dengan pangsa retail menembus 9,1% khusus di bulan September. Sebaliknya, pemain China generasi awal justru merosot: Chery turun 45% y-y, Denza turun 56%, dan Wuling hanya tumbuh 9%.

Kombinasi antara penetrasi kendaraan listrik murah dan kebangkitan truk non-Astra kini menjadi ujian nyata bagi valuasi dan margin laba ASII ke depan.