Pasar sempat memperhitungkan peluang kenaikan bunga The Fed hingga 70% di Oktober. Penegasan John Williams menggeser ekspektasi ke akhir tahun.
Key Takeaways
- Peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sempat menyentuh 70% di pasar futures setelah konferensi pers dua pekan lalu.
- Wakil Ketua FOMC John Williams menegaskan tidak ada urgensi menaikkan bunga pada pertemuan Oktober dan memberi ruang untuk mengumpulkan data.
- Skenario dasar bergeser ke kemungkinan satu kenaikan bunga di akhir tahun, bergantung pada konfirmasi data inflasi dan ekonomi lanjutan.
Pasar futures sempat memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober hingga 70%, naik dari posisi sebelumnya di atas 50%. Angka itu terbentuk menyusul konferensi pers Warsh dua pekan lalu. Namun, arahan terbaru dari Wakil Ketua FOMC John Williams langsung mengubah ekspektasi tersebut dengan penegasan bahwa tidak ada urgensi untuk menaikkan bunga secara terburu-buru.
Peluang Bunga Oktober Dipangkas, Pengetatan Digeser ke Akhir Tahun
Pernyataan Williams menjadi penahan ekspektasi pasar yang sebelumnya bergerak terlalu cepat. Kebijakan yang diambil pada pertemuan September dinilai sudah memberi waktu bagi bank sentral untuk mengamati arah ekonomi. Williams menegaskan bahwa akumulasi data ekonomi berikutnya akan memberikan kejelasan mengenai tren ekonomi dan risiko dalam mencapai target inflasi.
Skenario dasar Williams memang masih membuka kemungkinan satu kenaikan suku bunga lagi pada akhir tahun ini untuk mendukung kembalinya inflasi ke target secara tepat waktu. Namun, kepastian langkah itu tidak lagi dibebankan pada pertemuan Oktober, melainkan bergantung pada totalitas data ekonomi yang terkumpul menjelang akhir tahun.
Ketika Pasar Obligasi Berhenti Mengantisipasi Kenaikan Cepat
Peredaan ekspektasi suku bunga Oktober mengubah perhitungan jangka pendek di pasar uang dan obligasi. Ketika peluang kenaikan bunga 70% di Oktober mulai dipangkas, tekanan terhadap pasar obligasi mereda karena yield acuan berhenti naik cepat. Dolar AS yang sempat menguat karena spekulasi kenaikan bunga cepat juga tertahan, sehingga mengurangi tekanan terhadap mata uang dan arus modal asing di pasar berkembang.
Jika data ekonomi mendatang menunjukkan tekanan inflasi masih bertahan tinggi, maka pasar akan kembali memperhitungkan satu kenaikan bunga di akhir tahun dan tekanan jual di pasar saham dapat muncul kembali. Sebaliknya, jika data ekonomi menunjukkan inflasi melandai lebih cepat dari perkiraan, maka The Fed berpeluang menahan suku bunga tanpa tambahan kenaikan sama sekali, yang akan memberi dukungan bagi pasar saham dan obligasi global.
Data Ekonomi Menjadi Penentu Tunggal Langkah Berikutnya
Pasar kini tidak lagi berhadapan dengan risiko kenaikan suku bunga langsung pada pertemuan Oktober. Perhatian tertuju sepenuhnya pada rilis data ekonomi yang akan masuk sebelum pertemuan akhir tahun. Arah kebijakan The Fed berikutnya tidak ditentukan oleh jadwal pertemuan, melainkan oleh apakah data inflasi dan kondisi ekonomi riil membenarkan satu kenaikan bunga terakhir tersebut.