LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

S&P 500 Cetak Rekor, Tapi 85% Sahamnya Terkoreksi

S&P 500 menembus rekor baru, tetapi 85% konstituen turun lebih dari 10%. Simak bagaimana laba Nvidia dan Micron menutupi rolling correction di bursa AS.


Key Takeaways

  • Rekor baru S&P 500 menyamarkan pelemahan internal yang nyata: 85% saham anggota indeks sudah turun lebih dari 10% dari titik tertingginya, dengan 59% di antaranya turun lebih dari 20%.
  • Pertumbuhan laba indeks terkonsentrasi sangat sempit, di mana Nvidia dan Micron menyumbang lebih dari sepertiga total pertumbuhan EPS kuartal ketiga.
  • Dana pasar uang menyerap 166,4 miliar dolar AS dalam sepekan hingga total kas likuid menyentuh rekor 8 triliun dolar AS, di tengah yield obligasi AS 10 tahun yang bertahan di kisaran 5,3%.

S&P 500 boleh saja mencetak rekor baru di level 7.819, tetapi lantai bursa sebenarnya sedang ditinggalkan penghuninya. Sejak akhir Agustus, indeks acuan ini naik 1,3%, namun bila saham bertema kecerdasan buatan dikeluarkan, kinerjanya justru turun 5,2%. Fenomena rolling correction sedang berlangsung di bawah permukaan tanpa disadari oleh pemegang portofolio pasif.

Dua Saham Menopang Separuh Pertumbuhan Laba Indeks

Jurang performa ini bertumpu langsung pada konsentrasi laba bersih. Estimasi pertumbuhan laba per saham (EPS) indeks kuartal ketiga tercatat 27%, tetapi separuh dari angka tersebut ditopang oleh belanja rantai pasok komputasi. Dua nama saja—Nvidia dan Micron—menghasilkan pertumbuhan laba yang melampaui gabungan 490 emiten terbawah. Sebaliknya, pertumbuhan EPS saham median justru melambat ke 9% dari 14% pada kuartal sebelumnya.

Kerapuhan struktur pasar terlihat pada rasio indeks berbobot setara (RSP) terhadap indeks acuan kapitalisasi pasar (SPY) yang menyentuh titik terendah sepanjang sejarah. Selama 15 hari perdagangan beruntun, jumlah saham yang mencetak harga terendah baru terus melampaui saham yang menembus rekor baru.

Pasar Kredit Mencium Risiko yang Diabaikan Ekuitas

Di pasar obligasi, yield US Treasury 10 tahun sempat menyentuh 5,36% sebelum tertahan permintaan lelang. Risalah The Fed menegaskan seluruh 19 pejabat moneter sepakat menaikkan bunga acuan dan membuka ruang kenaikan lanjutan pada akhir tahun dengan peluang pasar mencapai 80%.

Sinyal kehati-hatian paling tegas justru datang dari pasar surat utang. Selisih yield obligasi berisiko tinggi (rating CCC) melebar 224 basis poin dalam tiga bulan menjadi 1.014 bps. Pada saat yang sama, premi perlindungan gagal bayar (CDS) lima tahun Oracle naik ke 261 bps seiring keraguan pasar terhadap realisasi belanja pelanggan utama mereka. Investor merespons dengan memarkir 166,4 miliar dolar AS ke reksa dana pasar uang hanya dalam satu pekan, membawa tumpukan kas likuid ke rekor 8 triliun dolar AS.

Dengan biaya sewa kapal tanker minyak rute Timur Tengah yang bertahan di 1,3 juta dolar AS per hari serta indeks harga pangan dunia yang naik ke 136 poin, suku bunga tinggi masih akan bertahan lebih lama. Jika pengeluaran infrastruktur kecerdasan buatan mulai melambat, bantalan penopang indeks tidak lagi tersisa.