LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

S&P 500 Rekor Tertinggi, Pasar Kredit Melemah

S&P 500 mencetak rekor saat utang CCC berstatus distressed, keyakinan konsumen terendah sejak 2014, dan new lows NYSE mendominasi 8 hari.


Key Takeaways

  • S&P 500 bertahan di level all-time high di tengah pelemahan sebaran saham penyusunnya.
  • Obligasi junk rating CCC masuk ke level distressed untuk pertama kalinya sejak krisis perbankan.
  • Indeks keyakinan konsumen berada di titik terendah sejak awal 2014.
  • Bursa saham NYSE mencatat jumlah new lows melebihi new highs selama 8 hari perdagangan beruntun.

S&P 500 sedang bergerak di rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high). Namun, kondisi di pasar utang dan partisipasi saham menunjukkan gambaran yang bertolak belakang. Pada pekan yang sama ketika indeks acuan mencetak rekor, pasar obligasi berisiko tinggi dan data konsumen justru menyentuh titik pelemahan terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Kredit CCC Masuk Teritori Distressed

Pasar obligasi korporasi berisiko tinggi mulai memperlihatkan tekanan nyata. Surat utang berperingkat junk CCC kini resmi masuk kategori distressed. Ini merupakan kejadian pertama sejak krisis perbankan. Kenaikan yield pada kelompok ini menandakan investor obligasi mulai memperhitungkan potensi gagal bayar pada perusahaan-perusahaan dengan beban utang besar.

Tekanan di sektor riil juga terlihat pada indeks keyakinan konsumen yang turun ke level terendah sejak awal 2014. Penurunan keyakinan ini menjadi beban langsung bagi sektor konsumsi, mengingat daya beli masyarakat yang melemah berpotensi menahan pertumbuhan pendapatan emiten. Saat konsumen menahan belanja dan biaya utang tetap tinggi, ruang gerak emiten berneraca tipis menjadi makin sempit.

New Lows NYSE Mengalahkan New Highs Selama 8 Hari

Di lantai bursa New York Stock Exchange (NYSE), pelemahan internal terlihat makin nyata. Selama 8 hari berturut-turut, jumlah saham yang menyentuh level terendah baru (new lows) melampaui saham yang mencetak level tertinggi baru (new highs).

Kondisi market breadth yang negatif ini memperlihatkan reli indeks utama hanya ditopang oleh segelintir saham berbobot besar. Sebagian besar saham penyusun bursa justru sudah mulai bergerak turun. Reli yang hanya bertumpu pada sedikit saham pemimpin membuat pergerakan indeks rentan berbalik arah jika arus beli pada saham-saham utama tersebut mulai mengendur.

Yang Menentukan Arah Pergerakan Berikutnya

Jarak antara pergerakan indeks saham dan kondisi fundamental kredit ini tidak bisa bertahan selamanya. Jika pertumbuhan laba saham-saham berkapitalisasi besar mampu bertahan dan pasar kredit berangsur stabil, maka indeks S&P 500 bisa mempertahankan level valuasinya saat ini. Sebaliknya, jika tekanan pada obligasi CCC merembet ke surat utang berperingkat lebih tinggi dan penurunan keyakinan konsumen mulai menekan kinerja keuangan emiten, maka indeks acuan berpotensi terkoreksi mengikuti pelemahan yang sudah lebih dulu terjadi di pasar kredit dan mayoritas saham NYSE.

Fokus pasar sekarang tertuju pada seberapa lama saham-saham berbobot besar mampu menahan laju indeks sebelum tekanan di pasar utang berisiko tinggi memaksa penyesuaian valuasi secara menyeluruh.