Kritik terhadap forward guidance The Fed menguat setelah kegagalan narasi transitory 2021. Alat komunikasi pasca-GFC dinilai perlu dirombak.
Key Takeaways
- Empat alat komunikasi The Fed warisan krisis finansial 2008—pernyataan FOMC, konferensi pers, dot plot, dan ringkasan proyeksi ekonomi (SEP)—menghadapi dorongan kuat untuk dirombak atau ditinggalkan.
- Kegagalan forward guidance terbukti menahan The Fed menaikkan suku bunga sepanjang 2021 hingga awal 2022 akibat label inflasi yang keliru disebut transitory.
- Konferensi pers The Fed dinilai kehilangan fungsi praktis karena bank sentral tidak lagi memberi petunjuk arah suku bunga ke depan, sehingga membingungkan pasar.
Empat perangkat komunikasi The Fed yang dibentuk pasca krisis finansial 2008 kini berada di persimpangan jalan. Rilis pernyataan FOMC, konferensi pers berkala, dot plot, hingga ringkasan proyeksi ekonomi atau Summary of Economic Projections (SEP) menghadapi kritik keras untuk diubah total atau bahkan dihapus. Alih-alih membantu pasar membaca arah ekonomi, rangkaian alat komunikasi ini kerap menimbulkan persoalan yang sama besarnya dengan masalah yang hendak diselesaikan.
Jebakan Label Transitory Menahan Kenaikan Bunga
Fungsi utama konferensi pers sejak awal dirancang agar ketua The Fed bisa memberikan forward guidance dengan memberi tahu pelaku pasar apa langkah kebijakan berikutnya. Namun, kebiasaan memberi janji ini terbukti memicu kesalahan telak. Pada 2021 hingga awal 2022, The Fed tertahan untuk menaikkan suku bunga acuan hanya karena mereka sudah terlanjur berulang kali menegaskan kepada publik bahwa kenaikan inflasi saat itu hanya bersifat transitory.
Keterikatan pada pernyataan sendiri membuat bank sentral terlambat bertindak ketika data inflasi di lapangan membuktikan sebaliknya. Pandangan yang menolak forward guidance, seperti yang ditegaskan Kevin Warsh, melihat bahwa komitmen arah kebijakan semacam ini justru merusak fleksibilitas bank sentral. Kerugian akibat keterlambatan menaikkan bunga di 2021 dan awal 2022 menjadi bukti nyata bagaimana panduan arah masa depan justru mengikat tangan pembuat kebijakan di saat penyesuaian cepat sangat dibutuhkan.
Konferensi Pers Tanpa Petunjuk Membingungkan Pelaku Pasar
Masalah kian terlihat dalam sesi konferensi pers rutin. Pembatalan konferensi pers secara resmi sulit terjadi karena terhalang kebiasaan birokrasi bank sentral. Akibatnya, setiap sesi tanya jawab pasca rapat FOMC sering berjalan tanpa arah yang jelas. Ketika ketua The Fed menolak memberikan petunjuk ke depan, ruang konferensi pers kehilangan fungsinya. Pelaku pasar dan jurnalis tidak tahu harus menanyakan apa jika bank sentral memang tidak berniat membagikan rencana suku bunga berikutnya.
Kondisi ini mengubah cara harga aset bereaksi terhadap komunikasi bank sentral. Jika The Fed mulai meninggalkan forward guidance dan mengurangi peran dot plot, maka pelaku pasar obligasi dan saham harus terbiasa dengan premi risiko yang lebih tinggi karena arah biaya dana tidak lagi dibocorkan di depan. Sebaliknya, jika The Fed tetap mempertahankan konferensi pers dan proyeksi berkala tanpa kemauan memberikan petunjuk yang tegas, maka pasar akan terus bereaksi berlebihan terhadap perubahan kata per kata yang sebenarnya tidak mengubah arah fundamental.
Perdebatan mengenai relevansi dot plot dan konferensi pers ini menjadi penentu apakah bank sentral akan kembali ke pengambilan keputusan berbasis data murni tanpa janji arah, atau tetap membiarkan perangkat warisan krisis lama mengaburkan penilaian pasar.