Jumlah produk tokenisasi saham naik 200% YTD ke lebih dari 360 produk. Sekitar 60% transaksi kini terjadi di luar jam perdagangan reguler bursa.
Key Takeaways
- Jumlah produk tokenisasi saham tumbuh 200% YTD menjadi lebih dari 360 produk, dengan 10 produk telah melampaui pasokan 100 juta dolar AS.
- Sekitar 60% volume perdagangan saham tertokenisasi berlangsung di luar jam operasional reguler bursa saham.
- Jupiter mencatat lonjakan jumlah transaksi saham tertokenisasi sebesar 215% secara kuartalan (QoQ).
Jam perdagangan bursa tradisional tidak lagi membatasi gerak modal global. Lebih dari 360 produk tokenisasi saham kini aktif diperdagangkan secara onchain, naik 200% sejak awal tahun (YTD). Dari total penawaran tersebut, 10 produk telah berhasil mengumpulkan pasokan token di atas 100 juta dolar AS.
Kenapa 60% Perdagangan Terjadi Saat Bursa Tutup
Struktur pasar modal konvensional membatasi perdagangan saham hanya sekitar 6,5 jam per hari di hari kerja. Namun, data menunjukkan sekitar 60% volume produk tokenisasi saham justru terjadi di luar jam perdagangan bursa reguler, terutama pada malam hari dan akhir pekan. Selama ini, pemodal konvensional terpaksa menanggung risiko perubahan harga saat pasar tutup dan baru bisa merespons ketika bursa kembali buka di hari Senin.
Akses perdagangan 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7) menjawab kebutuhan lindung nilai seketika. Fleksibilitas ini membuat likuiditas bergerak ke produk berbasis blockchain, di mana pemodal dapat mengamankan keuntungan atau membatasi penurunan nilai portofolio tanpa menunggu jam kerja bursa dibuka kembali.
Lonjakan Transaksi Jupiter dan Efeknya ke Likuiditas
Pergeseran perilaku ini tercermin langsung pada aktivitas platform eksekusi. Jupiter mencatat lonjakan frekuensi transaksi saham tertokenisasi sebesar 215% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). Pertumbuhan transaksi lebih dari tiga kali lipat dalam satu kuartal menegaskan bahwa pasar ini tidak didorong oleh kepemilikan pasif, melainkan oleh perputaran modal aktif dari para pedagang harian.
Kondisi ini memberikan keuntungan bagi penyedia infrastruktur desentralisasi yang menikmati pertumbuhan pendapatan dari biaya transaksi harian. Sebaliknya, pialang saham tradisional yang masih mengandalkan jadwal perdagangan kaku berisiko kehilangan pangsa pasar dari pemodal yang memprioritaskan kecepatan akses.
Dua Arah Pertumbuhan dan Hal yang Dipantau
Keberlanjutan tren ini bergantung pada kedalaman likuiditas saat volatilitas meningkat. Jika pasokan token terus bertambah melampaui 10 produk berukuran besar yang ada sekarang dan selisih harga jual-beli (bid-ask spread) tetap tipis, maka rekor transaksi baru akan terus terbentuk seiring masuknya modal yang mencari sarana lindung nilai akhir pekan. Sebaliknya, jika likuiditas di luar jam bursa mendadak menipis dan memicu selisih harga yang lebar terhadap saham acuan, maka laju pertumbuhan volume perdagangan berisiko tertahan.
Fokus pengamatan berikutnya ada pada konsentrasi modal: apakah lonjakan 200% YTD pada jumlah produk ini mampu menambah deretan aset yang menembus batas pasokan 100 juta dolar AS pada kuartal mendatang.