Kepemilikan asing US Treasuries naik US$83 miliar ke US$9,33 triliun pada Agustus. Pembelian dari Kanada dan Eropa menutupi aksi jual Jepang dan China.
Key Takeaways
- Kepemilikan asing atas US Treasuries bertambah US$83 miliar pada Agustus menjadi US$9,33 triliun, total tertinggi keenam sepanjang sejarah.
- Jepang dan China terus memangkas kepemilikan ke posisi terendah baru, masing-masing turun menjadi US$1,07 triliun dan US$591 miliar.
- Aksi jual Asia diserap oleh Kanada (+US$38 miliar ke US$465 miliar), Belgia (+US$20 miliar ke rekor US$491 miliar), dan Inggris (+US$11 miliar ke rekor US$1,01 triliun).
Kepemilikan investor asing atas surat utang pemerintah Amerika Serikat bertambah US$83 miliar sepanjang Agustus hingga menyentuh US$9,33 triliun. Angka ini merupakan total kepemilikan tertinggi keenam dalam catatan sejarah. Di balik angka total yang naik tersebut, komposisi pemegang obligasi AS mengalami pergeseran nyata.
Dua pemegang terbesar dari Asia terus mengurangi simpanan surat utang mereka. Namun pasar tetap menyerap pasokan baru berkat masuknya dana dari negara-negara Barat.
Jepang dan China Terus Mengurangi Kepemilikan
Jepang, yang masih bertahan sebagai pemegang asing terbesar, memangkas kepemilikannya sebesar US$36 miliar menjadi US$1,07 triliun. Ini adalah posisi simpanan terendah bagi Jepang sejak November 2024. Penurunan ini mencerminkan langkah Tokyo yang terus mengerem akumulasi surat utang pemerintah Amerika Serikat.
Langkah serupa terjadi pada China, pemegang terbesar ketiga. Beijing melepas US$27 miliar pada periode yang sama, menyisakan total kepemilikan sebesar US$591 miliar. Nilai ini menjadi level terendah China sejak Agustus 2008. Penjualan beruntun tersebut memperpanjang tren pengurangan aset surat utang AS oleh Beijing yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Pusat Keuangan Barat Mengambil Alih Pasokan
Keluarnya dana dari Asia ternyata tidak membuat pasar obligasi AS kekurangan pembeli. Tekanan jual dari Tokyo dan Beijing tertutup sepenuhnya oleh aksi beli dari negara-negara sekutu Barat.
Kanada menjadi motor penggerak utama penambahan ini dengan meningkatkan portofolio sebesar US$38 miliar menjadi US$465 miliar, angka tertinggi keempat sepanjang sejarah negara tersebut. Belgia menyusul dengan menambah kepemilikan US$20 miliar hingga mencetak rekor baru di US$491 miliar.
Di saat yang sama, Inggris yang menempati peringkat kedua pemegang asing terbesar turut mencatatkan rekor baru. London menambah kepemilikannya sebesar US$11 miliar, sehingga total simpanannya menembus angka US$1,01 triliun. Pasar obligasi AS tidak sedang ditinggalkan oleh pembeli global, melainkan berpindah tangan dari bank sentral Asia ke pembeli di Eropa dan Amerika Utara.
Ujian Daya Serap Terhadap Pasokan Baru
Jika minat beli dari Inggris, Belgia, dan Kanada mampu bertahan stabil untuk menampung lelang surat utang baru, maka pasar obligasi AS tetap terjaga meski pelepasan cadangan devisa oleh bank sentral Asia berlanjut. Sebaliknya, jika laju pembelian dari negara-negara Barat ini mulai melambat sementara China dan Jepang tetap melepas portofolionya, maka imbal hasil surat utang AS berpotensi menghadapi tekanan naik akibat penumpukan pasokan di pasar lelang.
Fokus pengamatan berikutnya terletak pada apakah laju penjualan oleh China dan Jepang akan terus berlanjut ke titik terendah baru atau mulai tertahan di level saat ini.