Yield US 10-Year naik ke 5,34% dan bunga KPR mencapai 7,49%. Pasar kini menunggu lelang obligasi tenor 10 tahun dan notula FOMC.
Key Takeaways
- Yield US 10-Year berada di level 5,34%, naik dari penutupan mingguan September 2024 di level 3,65%.
- Bunga KPR 30 tahun naik menjadi 7,49% dari 7,30%, menyebabkan aplikasi pengajuan pinjaman turun 6%.
- Fokus tertuju pada lelang obligasi 10 tahun pukul 13.00 dengan risiko auction tail, disusul rilis notula FOMC pukul 14.00.
Tanpa ada rilis data ekonomi pada pukul 08.30 pagi, pergerakan pasar obligasi menjadi penentu arah bagi pasar hari ini. Yield US 10-Year berada di posisi 5,34%, naik dari penutupan mingguan September 2024 yang berada di 3,65%. Kenaikan yield obligasi acuan ini langsung menekan sektor riil.
Bunga KPR 7,49% Langsung Menekan Aplikasi Perumahan
Efek dari naiknya yield obligasi terlihat pada biaya pembiayaan perumahan. Bunga KPR 30 tahun naik ke level 7,49% dari posisi sebelumnya di 7,30%. Kenaikan suku bunga pinjaman ini langsung memangkas minat pembelian rumah, terlihat dari volume aplikasi KPR yang turun 6%.
Biaya pinjaman jangka panjang yang bertahan tinggi mulai memperlambat transaksi di sektor properti. Pembeli rumah menahan diri karena beban cicilan kian besar, sementara pengembang menghadapi potensi penumpukan stok unit. Penurunan permintaan kredit perumahan ini memperlihatkan bagaimana kenaikan yield surat utang langsung membatasi aliran kredit di sektor riil.
Kenapa Auction Tail Pukul 13.00 Jadi Penentu Arah
Fokus pasar tertuju pada dua agenda beruntun: lelang obligasi 10 tahun pada pukul 13.00 dan rilis notula FOMC pada pukul 14.00. Perhatian utama tertuju pada potensi munculnya auction tail, yaitu selisih antara yield lelang tertinggi yang diterima perbendaharaan dan yield di pasar sekunder sebelum lelang ditutup.
Ketika lelang menghasilkan auction tail yang melebar, itu pertanda minat beli investor sedang surut dan dealer terpaksa meminta yield lebih tinggi untuk menyerap suplai surat utang baru. Sebaliknya, lelang tanpa tail menandakan permintaan pasar masih cukup kuat untuk menyerap pasokan obligasi pada harga pasar yang berlaku.
Jika lelang pukul 13.00 terserap dengan baik tanpa tail dan notula FOMC pukul 14.00 tidak memberi sinyal pengetatan tambahan, maka tekanan kenaikan yield berpeluang mereda sehingga bursa saham mendapat ruang untuk bergerak stabil. Sebaliknya, jika lelang memunculkan tail yang lebar dan notula FOMC menegaskan sikap bank sentral yang tetap ketat, maka yield 10-Year berisiko bertahan di atas 5,34% dan memperberat biaya modal bagi korporasi maupun pasar modal negara berkembang.
Hasil lelang siang ini dan notula rapat bank sentral akan menguji apakah yield 5,34% sudah cukup menarik bagi pembeli obligasi, atau pasar masih menuntut imbal hasil lebih tinggi untuk menyerap penerbitan utang baru.