Dolar AS menguat dan yield US Treasury tembus 5,34%. Ekspektasi pasar pada The Fed dinilai berlebihan, membuka ruang untuk saham EM dan sektor AI.
Key Takeaways
- Indeks dolar AS menguat 4% secara year-to-date, tertopang aliran modal asing senilai US$426 miliar ke bursa saham AS pada kuartal II saja.
- Pasar memperhitungkan empat kenaikan bunga The Fed lagi dalam 12 bulan ke depan, estimasi yang dinilai berlebihan menyusul data tenaga kerja AS yang mulai melemah.
- Yield US Treasury 10 tahun menyentuh 5,34%, level tertinggi sejak 2002, membuat obligasi tenor panjang rentan sementara aset emerging markets justru menarik.
Yield US Treasury tenor 10 tahun menyentuh 5,34%, titik tertinggi sejak 2002. Pada saat yang sama, dolar AS naik sekitar 4% terhadap mata uang utama dunia sepanjang tahun ini. Reli ini bukan awal dari penguatan jangka panjang greenback, melainkan reaksi atas ekspektasi suku bunga The Fed yang dipatok terlalu tinggi oleh pasar.
Pasar Menilai The Fed Terlalu Hawkish
Ekspektasi suku bunga berbalik tajam. Dari perkiraan penurunan bunga di awal tahun, pasar kini mengantisipasi empat kenaikan bunga tambahan dalam 12 bulan ke depan, menyusul kenaikan bunga perdana dalam tiga tahun terakhir pada September. Namun, rilis data tenaga kerja AS yang melandai memberi sinyal bahwa ekonomi mulai mendingin. Jika pasar mulai memangkas perkiraan kenaikan bunga tersebut, selisih yield tenor dua tahun akan menyempit dan menahan laju dolar.
Arus modal global memang masih mengalir deras ke aset Amerika. Investor asing memasukkan hampir US$1 triliun ke saham dan reksa dana AS dalam setahun terakhir hingga Juli, didorong oleh pertumbuhan laba korporasi dan belanja teknologi AI. Meski demikian, beban defisit fiskal sebesar US$1,9 triliun dan utang pemerintah yang mendekati 101% terhadap PDB menjadi batas fundamental yang menahan reli dolar untuk melaju lebih jauh.
Tekanan Dolar Mereda, Saham EM dan Pemasok AI Dilirik
Dolar yang tertahan di level saat ini atau bergerak melemah membuka ruang bagi saham emerging markets (EM). Valuasi yang lebih murah dan prospek pertumbuhan laba membuat alokasi overweight pada ekuitas EM tetap menarik, terutama yang terhubung langsung dengan rantai pasok teknologi: produsen chip, penyedia daya listrik, dan infrastruktur pusat data.
Di pasar surat utang, sikap hati-hati tetap berlaku untuk obligasi berdurasi panjang. Pasokan utang pemerintah AS yang berlimpah membuat yield jangka panjang sulit turun cepat. Pilihan yang lebih terukur berada pada obligasi pemerintah tenor pendek hingga menengah untuk mengamankan pendapatan kupon, serta surat utang negara berkembang berdenominasi mata uang lokal (EM local debt) yang menawarkan imbal hasil sepadan terhadap risikonya.
Fokus pasar pekan ini tertuju pada notula rapat The Fed September. Rincian perdebatan para pejabat bank sentral akan menguji apakah yield 5,34% ini adalah batas atas siklus suku bunga atau pasar masih harus membenahi ekspektasinya.