Koreksi saham teknologi per 3 November 2026 dipimpin INTC turun 58,0% dan ARM 56,3%. Simak data penurunan 19 saham dan posisi rentang 52 minggunya.
Key Takeaways
- Koreksi saham global per 3 November 2026 menekan sektor semikonduktor paling dalam, dipimpin oleh penurunan INTC sebesar 58,0% dan ARM sebesar 56,3% dari titik tertinggi.
- Sembilan dari 19 saham dalam pantauan mencatat penurunan lebih dari 45%, termasuk ORCL (-55,3%), SNDK (-54,4%), dan penyedia peralatan cip seperti KLAC (-50,1%).
- Harga INTC berada di level 59,97 USD dalam rentang 52 minggu 32,89 - 142,35 USD, sedangkan ARM berada di 196,79 USD dalam rentang 100,02 - 452,7 USD.
Data per 3 November 2026 mencatat tekanan jual yang meluas di bursa saham global. Saham semikonduktor dan komputasi awan mencatat jarak penurunan terbesar dari titik tertingginya, dengan INTC terkoreksi 58,0% dan ARM melemah 56,3%.
Peralatan dan Produsen Cip Terkoreksi Paling Dalam
Penurunan tajam terkonsentrasi pada rantai pasok semikonduktor. Di bawah INTC dan ARM, koreksi dalam berlanjut ke ORCL yang turun 55,3% dan SNDK yang terkoreksi 54,4%. Kelompok produsen peralatan fabrikasi cip juga mencatat penurunan serupa: KLAC turun 50,1%, AMAT turun 49,1%, dan LRCX turun 48,4%.
Pelemahan ini menunjukkan bahwa pasar sedang memangkas ekspektasi terhadap belanja modal industri perangkat keras. Saham perancang cip lainnya ikut tertekan, seperti MRVL yang turun 48,2%, AVGO turun 34,8%, MU turun 33,6%, dan AMD terkoreksi 28,8%. Di luar produsen Amerika Serikat, produsen memori SKHY juga mencatat penurunan 26,3%.
Penjualan Merata ke Sektor Industri dan Internet
Tekanan tidak hanya terbatas pada saham komponen komputasi. Saham penyedia konten hiburan dan teknologi konsumen mencatat penurunan ganda: NFLX turun 46,6% dan BABA melemah 43,8%. Saham mesin industri berat seperti CAT juga mencatat penurunan 43,0%.
Sementara itu, SPCX turun 39,5%, DELL turun 33,7%, GOOGL turun 31,3%, dan GEV terkoreksi 27,4%. Koreksi yang menembus lebih dari 30% pada nama-nama mapan menunjukkan pergeseran valuasi terjadi di hampir semua subsektor yang sebelumnya memimpin pergerakan pasar.
Posisi Harga Menghadapi Batas Bawah 52 Minggu
Melihat posisi harga saham individual, INTC berada di level 59,97 USD. Angka ini menempatkan posisinya di paruh bawah dari rentang harga 52 minggunya di 32,89 USD hingga 142,35 USD. ARM berada di level 196,79 USD, berjarak cukup jauh dari puncak 52 minggu di 452,7 USD, meskipun masih bertahan di atas level terendah tahunannya di 100,02 USD.
Jika tekanan jual mereda dan harga saham yang terkoreksi lebih dari 50% mampu bertahan di atas batas bawah rentang 52 minggu, maka potensi pembentukan dasar harga mulai terbuka bagi emiten seperti INTC dan ARM. Sebaliknya, jika aksi jual berlanjut menembus level terendah tahunan, maka saham dengan penurunan yang relatif lebih dangkal seperti AMD (-28,8%), GEV (-27,4%), dan SKHY (-26,3%) berisiko mengalami penyesuaian harga lanjutan menyusul kelompok pertama.
Fokus pasar ke depan tertuju pada kemampuan INTC untuk bertahan di atas 32,89 USD serta ARM di atas level 100,02 USD sebagai titik pembuktian bertahannya minat beli.