LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Premi Tembaga Tembus US$200: Stok Fisik Dunia Makin Ketat

Premi impor tembaga China melampaui US$200 per ton seiring menipisnya stok lokal dan penumpukan ratusan ribu ton persediaan di pasar AS.


Key Takeaways

  • Premi impor tembaga China (Yangshan premium) melampaui US$200 per ton, rekor tertinggi sepanjang sejarah setelah naik lebih dari dua kali lipat dalam tiga bulan dan naik 700% sejak awal 2026.
  • Selisih harga spot terhadap kontrak tiga bulan di London Metal Exchange melebar ke US$217 per ton, level terlebar sejak pertengahan Agustus.
  • Stok domestik China turun ke bawah rata-rata musiman akibat permintaan lokal yang kuat, sementara ekspektasi tarif impor AS menyedot ratusan ribu ton tembaga ke Amerika Serikat.

Pasar fisik tembaga berada dalam kondisi pasokan paling ketat dalam sejarah pencatatan. Premi impor tembaga China di atas harga London Metal Exchange (LME) resmi melampaui US$200 per ton. Angka pada Yangshan premium—biaya tambahan pengiriman tembaga fisik melalui pelabuhan Shanghai—sudah naik lebih dari dua kali lipat hanya dalam tiga bulan terakhir. Sejak awal 2026, kenaikannya tercatat mencapai 700%.

Spread Spot LME Melebar ke US$217 per Ton

Ketatnya pasar fisik langsung tercermin di bursa global. Premi harga spot terhadap kontrak berjangka tiga bulan di LME melebar ke US$217 per ton, level terlebar sejak pertengahan Agustus. Selisih harga tunai yang jauh lebih mahal daripada kontrak berjangka mengonfirmasi bahwa pembeli di pasar fisik membutuhkan pasokan tembaga saat ini juga dan tidak bisa menunggu jadwal pengiriman reguler.

Kondisi ini dipicu oleh permintaan tembaga di China yang tetap kuat di tengah pasokan gudang domestik yang terus menipis. Persediaan tembaga di pasar lokal China saat ini telah turun ke bawah rata-rata musiman, membuat pabrik dan pengolah logam di negara tersebut berebut mengamankan kargo impor.

Ratusan Ribu Ton Tembaga Mengalir ke Amerika Serikat

Tekanan pasokan makin runyam karena jalur distribusi global terpecah. Munculnya ekspektasi potensi pengenaan tarif oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap tembaga olahan memicu aksi pengalihan kargo besar-besaran. Pelaku industri memindahkan ratusan ribu ton tembaga langsung ke pelabuhan-pelabuhan AS untuk menghindari potensi tarif baru.

Langkah pengalihan ini membuat persediaan tembaga global terkonsentrasi sangat berat di AS. Di satu sisi, gudang-gudang di AS kebanjiran material simpanan. Di sisi lain, pasar di luar AS—terutama di Asia—kehilangan pasokan fisik dalam jumlah besar. Pembeli di China terpaksa membayar premi impor rekor tertinggi agar kargo fisik bersedia dialihkan kembali ke pelabuhan mereka.

Arah Pasokan Fisik yang Perlu Dipantau

Kondisi squeeze pasokan fisik ini belum memperlihatkan tanda akan selesai. Jika kejelasan aturan tarif AS terbit dan arus kargo global kembali terdistribusi normal, maka tekanan Yangshan premium dan selisih harga spot LME berpotensi mereda secara bertahap. Sebaliknya, jika permintaan di China tetap tinggi sementara persediaan global tetap tertahan di pasar AS, maka biaya premi fisik akan bertahan tinggi dan terus menekan pelaku industri yang membutuhkan serapan tembaga langsung.

Titik penentu berikutnya adalah apakah ratusan ribu ton tembaga yang kini menumpuk di AS akan diserap oleh industri lokal atau mulai keluar kembali saat selisih harga antarwilayah mampu menutup biaya pengapalan logistik.