LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Proyeksi Laba Dipangkas, Kenapa Saham BRMS Layak Beli?

Saham BRMS terkoreksi 53% dari puncak Agustus. Meski target laba dipangkas akibat jadwal pabrik mundur, valuasi 47x P/E sudah mencerminkan risiko terburuk.


Key Takeaways

  • Valuasi Sudah Diskon Revisi Laba: Koreksi 53% dari puncak Agustus membawa BRMS ke 47x 12M-forward P/E (0,8 SD di bawah rata-rata 3 tahun 95x), membuka ruang re-rating ke target harga Rp420.
  • Pemulihan Operasional 3Q26: Selesainya pushback River Reef pada Juli mengangkat head grade emas ke 1,94 g/t, membalikkan rugi US$4,8 juta di 2Q26 menjadi laba bersih US$11,0 juta di 3Q26.
  • Proyeksi FY26-28 Dipangkas 20%-33%: Target laba diturunkan karena kontribusi pabrik 2.000 tpd mundur ke 2H27 dan asumsi kadar bijih bawah tanah direvisi dari 4,5 g/t ke 3,2 g/t.
  • Beban Utang Naik: Belanja modal 9M26 naik tiga kali lipat ke US$110,6 juta, mengerek net debt ke US$275 juta dan beban bunga naik 115% YoY menjadi US$20,4 juta.

Saham Bumi Resources Minerals (BRMS) sudah terkoreksi 53% dari puncaknya di bulan Agustus. Penurunan sedalam ini membuat pasar sebenarnya sudah menghargai risiko keterlambatan ekspansi pabrik sebelum revisi proyeksi laba keluar. Meski target harga dipangkas dari Rp610 menjadi Rp420, posisi harga di Rp332–Rp356 justru mengubah profil risikonya menjadi menarik untuk akumulasi. BRMS kini diperdagangkan pada 47x 12M-forward P/E dan 23x EV/EBITDA, berada di kuartil terbawah rentang tiga tahunnya—level yang terakhir terlihat pada semester pertama 2024 sebelum reli proyek Palu.

Kadar Emas Pulih di 3Q26, Tapi Beban Bunga Menekan Laba

Kinerja kuartal ketiga memperlihatkan kontras antara pemulihan operasional tambang dan kenaikan biaya. Selesainya pengerjaan pushback River Reef pada Juli mengangkat kadar emas (head grade) dari 0,90 g/t di 2Q26 menjadi 1,94 g/t di 3Q26. Volume penjualan emas kuartalan langsung naik 166% QoQ ke 16,7 koz dengan pendapatan US$71,8 juta (+173% QoQ), membawa BRMS kembali mencetak laba bersih US$11,0 juta.

Namun, angka kumulatif 9M26 masih tertinggal. Laba bersih 9M26 turun 35% YoY menjadi US$24,3 juta, baru mencapai 38% dari konsensus setahun penuh. Kenaikan harga jual emas (ASP) sebesar 36% YoY ke US$4.280/oz tergerus oleh kenaikan net cash cost 33% YoY menjadi US$1.633/oz dan beban operasional 3Q26 yang naik 101% QoQ. Selain itu, capex 9M26 yang naik tiga kali lipat ke US$110,6 juta mendorong total utang berbunga menyentuh US$307 juta, membuat beban keuangan 9M26 naik 115% YoY ke US$20,4 juta.

Pabrik 2.000 TPD Mundur ke Semester II-2027

Lambatnya eksekusi proyek memaksa pemangkasan proyeksi laba bersih FY26E–28E sebesar 20%, 32%, dan 33% menjadi US$35 juta, US$64 juta, dan US$141 juta. Penyebab utamanya adalah mundurnya kontribusi fasilitas 2.000 tpd dari 1H27 ke 3Q27, ditambah revisi turun asumsi kadar bijih bawah tanah dari 4,5 g/t menjadi 3,2 g/t.

Meski dipangkas, pertumbuhan volume tahun depan tetap berjalan. Tanpa gangguan pushback, produksi emas diproyeksikan naik dari 56 koz (FY26E) menjadi 80 koz (FY27E) dan 123 koz (FY28E). Kenaikan volume ini akan menurunkan biaya AISC sebesar 13% ke US$2.650/oz, mendongkrak laba bersih FY27E tumbuh 83% YoY, dan menekan valuasi P/E FY28E ke 20x. Pembelian oleh pihak internal (insider buying) belakangan ini memberi sinyal positif di harga bawah, tetapi keberhasilan thesis ini sepenuhnya ditentukan oleh dua hal: ketepatan jadwal operasi pabrik 2.000 tpd pada 3Q27 dan ruang gerak covenant utang di tengah kenaikan net gearing menuju 36,8%.