LIVE
USD/IDR…· UST10Y…· KURVA 10Y-2Y…· EMAS…· EMAS/gr…· PERAK…· TEMBAGA…· EUR/USD…· USD/JPY…· USD/CNY…· BTC…· ETH…·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Valuasi Costco 51x P/E dan NVDA 23x: Mana yang Bubble?

Costco diperdagangkan dengan P/E 51 kali dan Walmart 46 kali, dua kali lipat lebih mahal dari Nvidia di 23 kali. Mana yang sebenarnya mengalami bubble valuasi?


Key Takeaways

  • Rasio price to earnings (P/E) TTM Costco berada di 51 kali dan Walmart di 46 kali, dua kali lipat lebih mahal daripada Nvidia yang berada di level 23 kali.
  • Harga saham COST bertahan di 1065.59 USD, mendekati batas atas rentang 52 minggunya di 1096.5 USD.
  • Saham WMT bertengger di level 127.72 USD, hanya berjarak tipis dari rekor tertinggi tahunannya di 135.16 USD.

Data valuasi pasar per 06 November 2026 memperlihatkan keanehan antara sektor barang konsumsi pokok dan teknologi. Costco Wholesale (COST) kini dihargai dengan price to earnings (P/E) TTM sebesar 51 kali, sementara Walmart (WMT) berada di 46 kali. Kelipatan valuasi kedua raksasa ritel fisik ini tercatat dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan Nvidia (NVDA) yang berada di level 23 kali.

Ritel Fisik Diperdagangkan Seperti Saham Pertumbuhan Tinggi

Saham COST kini berada di harga 1065.59 USD, berjarak tipis dari batas atas rentang 52 minggunya di 1096.5 USD setelah bergerak naik dari titik terendah 844.06 USD. Kondisi serupa terjadi pada WMT yang diperdagangkan pada level 127.72 USD, mendekati batas atas rentang tahunannya di 135.16 USD dari level terendah 98.88 USD. Pasar memperlakukan dua jaringan supermarket ini layaknya perusahaan dengan ruang ekspansi tanpa batas.

Membayar 46 hingga 51 kali laba bersih untuk bisnis toko ritel berarti investor rela membayar premi yang sangat mahal demi kepastian arus kas. Bisnis ritel beroperasi dengan margin tipis dan mengandalkan perputaran barang kebutuhan harian. Kelipatan valuasi setinggi ini biasanya hanya diberikan kepada saham teknologi yang mampu melipatgandakan pendapatan dalam hitungan kuartal.

Kenapa P/E Nvidia Justru Separuh Lebih Rendah?

Kelipatan 23 kali laba bersih pada NVDA memperlihatkan bahwa pertumbuhan laba pada periode trailing twelve months (TTM) berjalan jauh lebih cepat daripada kenaikan harga sahamnya. Pasar mulai memperlakukan NVDA layaknya emiten matang yang berpeluang menghadapi normalisasi pesanan cip pusat data.

Aliran modal investor justru beralih memburu COST dan WMT sebagai tempat parkir dana defensif. Perpindahan ini mendorong kelipatan valuasi saham ritel ke area yang biasanya dihuni oleh saham perangkat lunak bernilai tinggi, menciptakan distorsi harga pada sektor kebutuhan pokok.

Ujian Nyata Ada di Pertumbuhan Laba Ritel

Jika realisasi pertumbuhan laba COST dan WMT tidak mampu mengejar kelipatan 51 kali dan 46 kali, saham ritel ini berisiko mengalami penyusutan valuasi atau multiple contraction yang mengembalikan harga ke area tengah rentang tahunan. Sebaliknya, jika belanja modal pusat data global melambat dan memangkas laba bersih NVDA ke depan, rasio 23 kali akan lekas naik akibat pembagi laba yang mengecil, membenarkan sikap investor yang menahan diri memberi premi valuasi tinggi.

Yang Menentukan Kelanjutan Tren Ini

Pertanyaan sesungguhnya bukan sekadar membandingkan kecerdasan buatan melawan ritel sembako, melainkan apakah valuasi 51 kali masih masuk akal untuk model bisnis grosir fisik. Titik ujinya sederhana: apakah margin dan volume penjualan COST serta WMT mampu membenarkan harga saham yang berada di dekat rekor tertinggi 52 minggunya, atau pasar yang akan dipaksa menurunkan ekspektasi ke level yang lebih wajar.