Langsung ke konten utama

Indeks S&P 500 Dinilai Terlalu Mahal

 

Indeks S&P 500 Dinilai Terlalu Mahal


Dari 20 metrik valuasi, saat ini indeks S&P 500 dinilai terlalu mahal atau lebih tinggi daripada tingkat sejarah pada 19 dari metrik tersebut. Sumber: Barchart

Indeks S&P 500 adalah salah satu ukuran utama kinerja pasar saham AS. Indeks ini mencakup 500 perusahaan terbesar yang terdaftar di bursa saham New York atau Nasdaq, yang mewakili sekitar 80% dari total kapitalisasi pasar AS. Indeks ini sering digunakan sebagai tolak ukur untuk mengukur kesehatan ekonomi AS, karena mencerminkan keuntungan dan pertumbuhan perusahaan-perusahaan tersebut.

Indeks S&P 500 dibentuk pada tahun 1957, meskipun sejarahnya dapat ditelusuri kembali hingga tahun 1923. Indeks ini dihitung dengan menggunakan metode pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar, yang berarti bahwa perusahaan dengan nilai pasar lebih besar memiliki pengaruh lebih besar terhadap indeks. Indeks ini juga disesuaikan secara berkala untuk mencerminkan perubahan dalam komposisi dan nilai pasar perusahaan-perusahaan yang termasuk di dalamnya.

Indeks S&P 500 memiliki beberapa keunggulan sebagai indikator pasar saham AS, antara lain:

- Indeks ini mencakup berbagai sektor ekonomi, seperti teknologi, kesehatan, keuangan, konsumen, industri, dan energi, sehingga memberikan gambaran yang luas dan seimbang tentang kondisi bisnis AS.

- Indeks ini mudah diakses dan diperdagangkan oleh investor, karena ada banyak produk keuangan yang terkait dengan indeks ini, seperti reksa dana indeks, exchange-traded fund (ETF), futures, dan opsi.

- Indeks ini memiliki reputasi yang kuat dan kredibel sebagai ukuran pasar saham AS, karena menggunakan metodologi yang transparan dan konsisten, serta dipantau dan dikelola oleh Standard & Poor's, sebuah perusahaan penyedia informasi keuangan yang terpercaya.

Namun, indeks S&P 500 juga memiliki beberapa keterbatasan sebagai indikator pasar saham AS, antara lain:

- Indeks ini tidak mencerminkan seluruh pasar saham AS, karena hanya mencakup 500 perusahaan terbesar, sementara ada ribuan perusahaan lain yang terdaftar di bursa saham AS.

- Indeks ini dapat distorsi oleh pergerakan harga beberapa perusahaan raksasa, seperti Apple, Microsoft, Amazon, dan Facebook, yang memiliki bobot sangat besar dalam indeks. Hal ini dapat menyebabkan indeks tidak mencerminkan kinerja rata-rata perusahaan-perusahaan AS.

- Indeks ini tidak memperhitungkan dividen yang dibayarkan oleh perusahaan-perusahaan yang termasuk di dalamnya, sehingga tidak menggambarkan total return atau imbal hasil total yang diperoleh oleh investor.

Secara keseluruhan, indeks S&P 500 adalah salah satu alat yang berguna untuk mengamati dan menganalisis pasar saham AS, tetapi juga perlu dipahami dengan baik karakteristik dan batasannya. Investor yang ingin berinvestasi di pasar saham AS harus mempertimbangkan faktor-faktor lain selain indeks S&P 500, seperti profil risiko, tujuan investasi, dan strategi investasi mereka.

Kalkulator Harga Wajar Saham buatan Rikopedia bisa klik disini


Postingan populer dari blog ini

Membership Rikopedia

Selamat datang di halaman registrasi membership Rikopedia. Dengan join membership anda akan mendapat bimbingan trading saham dan update informasi yang berkualitas via group WhatsApp.  Kinerja Portofolio Rikopedia dan testimoni member klik  di sini Fasilitas membership detailnya sebagai berikut : Update saham yang masuk dan keluar portofolio Rikopedia .  Fokus trading 3-5 saham.  Analisa saham secara teknikal, fundamental & analisa makro. Update news, Sentimen, Trading plan, Money & risk management. Sharing ilmu dan strategy trading saham berdasarkan pengalaman Rikopedia sejak tahun 2008. Member bisa diskusi dan konsultasi portofolio. Biaya join membership Rp.500,000/Bulan. Bagi anda yang berminat join membership dapat melakukan transfer ke rekening di bawah ini: 1. Bank Mandiri 1440013474108 Rikosiwi sandi Saputro. 2. Bank BCA 7915239226 Rikosiwi sandi Saputro. Membership akan terhitung dari mulai tanggal konfirmasi pembayaran diterima dan aktifasi pertam

Portofolio Rikopedia dan Testimoni Member

Screenshot salah satu portofolio Rikopedia dengan modal awal 500 juta Kinerja Tahun 2018 Kinerja Tahun 2019 Januari February Maret April Mei Juni July  Agustus  September Oktober November  Desember Kinerja Tahun 2020 Tanggal 11 Mei akumulasi BBRI 2250 lot harga 2630 Trading SCMA 27-28 Mei 2020  Tanggal 4 Juni 2020 profit 36 juta dari BBNI Profit 68 Juta dari saham BBNI Profit 37 juta dari saham ELSA Profit 40 juta tanggal 19 Juni 2020  Profit 61 Juta tanggal 3 July 2020                                      Tanggal 19 Oktober 2020 Rikopedia beli BSDE 18361 lot November 2020 Desember 2020 Kinerja Tahun 2021 Januari 2021 Trading ELSA 27 Januari 2021 Bulan February profit 268 juta Bulan Maret minus 5 juta PTBA profit 123 juta BBTN profit 65 juta                                                         Porto