Pasar pulp China masih berada dalam bear cycle meski negosiasi untuk pengiriman Juli mulai menghasilkan transaksi di sekitar US$560 per ton. Order book belum terisi penuh, menandakan buyer tetap berhati-hati dan belum melihat urgensi untuk melakukan restocking dalam jumlah besar.
Asia Symbol, salah satu produsen lokal utama China, mengumumkan kenaikan resale price sebesar RMB100 per ton. Langkah ini ditopang gangguan pasokan woodchip akibat topan serta kondisi pasar resale yang mulai membaik. Namun, kenaikan harga tersebut belum memiliki fondasi demand yang kuat. Harga resale secara umum belum pulih, harga kertas masih lemah, dan level harga pulp saat ini belum cukup rendah untuk mendorong restocking maupun supply curtailment.
Secara historis, downcycle hardwood pulp berlangsung rata-rata 39 minggu dengan penurunan sekitar 30% atau US$233 per ton. Siklus saat ini baru berjalan lima minggu, sementara harga telah terkoreksi US$36 per ton atau sekitar 6%. Karena titik awal penurunan kali ini lebih rendah dibandingkan siklus terdahulu, total downside mungkin tidak sedalam historical average. Meski demikian, support yang solid diperkirakan belum terbentuk sebelum harga mendekati marginal cost produsen China atau turun ke level yang dianggap cukup murah oleh industri, yakni di bawah US$500 per ton.
Harga impor China untuk hardwood pulp berbasis FOEX turun US$13 menjadi US$569 per ton. Domestic resale price relatif datar pada US$549–550 per ton, sehingga selisih dengan harga impor masih membatasi ruang kenaikan. Pada softwood, harga impor FOEX bertahan di US$646 per ton. Harga resale domestik bergerak antara minus RMB27 hingga naik RMB15 per ton secara mingguan, setara US$591–636 per ton.
Bagi emiten pulp and paper, kondisi ini mengarah pada risiko margin compression dalam beberapa kuartal ke depan. Produsen berbiaya rendah dan terintegrasi dengan sumber bahan baku memiliki posisi defensif lebih baik, tetapi pelemahan selling price tetap dapat menekan revenue dan EBITDA. Re-rating saham sektor ini membutuhkan kombinasi inventory normalization, restocking yang konsisten, penguatan harga kertas, serta disiplin produksi. Sebelum indikator tersebut muncul, kenaikan harga pulp akibat gangguan pasokan jangka pendek lebih tepat dibaca sebagai temporary rally daripada awal siklus pemulihan.