LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

BTPS Tetap Buy, Target Harga Turun ke Rp1.605

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) membukukan laba bersih Rp655 miliar pada kuartal II 2026, naik 2% secara tahunan dan 5% secara kuartalan. Secara kumulatif, laba bersih semester I mencapai Rp1,36 triliun atau sekitar 47% dari konsensus setahun penuh. Revenue kuartalan tumbuh 4% QoQ, sedangkan pre-provision operating profit meningkat 5% QoQ.

Kualitas aset menjadi penopang utama. Credit cost semester I berada di sekitar 5%, lebih baik daripada ekspektasi, sementara loan growth mencapai 4% QoQ dan 9% YoY. Manajemen masih menargetkan pertumbuhan pembiayaan mid-teens pada 2026, didukung perbaikan kualitas aset dan pemulihan penyaluran kredit. Credit cost diproyeksikan bertahan di kisaran 5%, dengan ruang penurunan lebih lanjut jika collection dan repayment behavior nasabah terus membaik.

Di sisi lain, net interest margin lebih rendah dari perkiraan akibat perubahan loan mix. Porsi pembiayaan kepada institusi keuangan non-bank meningkat menjadi sekitar 14%, dibandingkan 6% setahun sebelumnya. Segmen ini menawarkan yield lebih rendah daripada pembiayaan ultra-micro, sehingga ekspansi volume belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi margin expansion.

Pertumbuhan ultra-micro juga masih terbatas, hanya sekitar 1% YoY. Kompetisi dari bank BUMN dan pemain lain membuat pricing menjadi lebih agresif, terutama setelah sebagian pesaing mulai menawarkan relaksasi provisi. Produk individual financing BTPS telah menjangkau sekitar Rp1 triliun outstanding loans dari 4.400 nasabah dan ditargetkan meningkat menjadi Rp60 triliun pada Juli 2027. Meski demikian, earnings growth jangka menengah kemungkinan lebih banyak berasal dari volume daripada pelebaran margin.

Estimasi 2026 menempatkan revenue di Rp4,77 triliun, laba sebelum pajak Rp1,74 triliun, dan laba bersih Rp1,36 triliun. Proyeksi laba bersih kemudian meningkat menjadi Rp1,59 triliun pada 2027 dan Rp1,75 triliun pada 2028. Return on equity diperkirakan pulih dari 13,1% pada 2026 menjadi 14,2% pada 2027.

Rating Buy dipertahankan, tetapi price target diturunkan dari Rp1.775 menjadi Rp1.605 untuk mengakomodasi revisi estimasi laba. Dengan harga Rp1.005, implied upside mencapai sekitar 60%. Pada target tersebut, BTPS diperdagangkan sekitar 14,2 kali forward P/E dan 1,1 kali forward P/B 2027. Risk-reward tetap menarik selama perbaikan asset quality berlanjut, walaupun tekanan NIM membatasi kecepatan rerating.