Dalam pasar mata uang kredibilitas lebih penting dari apapun. Kalau investor tidak yakin bank sentral independen dan konsisten melawan inflasi, mereka akan tetap melepas mata uang itu.
Lira, mata uang Turki, terus melemah secara signifikan karena pasar tidak percaya pada kombinasi kebijakan moneter, penanganan inflasi, kondisi cadangan devisa, dan risiko politik di Turk
Masalah besar Turki dimulai ketika pasar menilai kebijakan moneternya tidak masuk akal di tengah inflasi yang tinggi, kebijakan suku bunga justru dipangkas dan dibuat terlalu longgar. Setelah itu, walaupun Turki akhirnya berbalik arah dengan menaikkan suku bunga secara besar-besaran, pasar sudah telanjur kehilangan kepercayaan dan menuntut risk premium yang sangat tinggi.
Rupiah saat ini tidak berada di jalur yang sama dengan lira karena inflasi Indonesia masih jauh lebih terkendali dan Bank Indonesia (BI) terbukti responsif serta independen. Namun, ada beberapa warning sign seperti capital outflow asing, ketidakpastian kebijakan (policy uncertainty), dan fluktuasi risk premium Indonesia.

