LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

Saham BRMS Reversal dan Story Positifnya

 

Katalis dan Target Saham BRMS


Saham BRMS akhirnya keluar pola reversal double bottom sekaligus menembus downtrend line artinya trend turun BRMS sudah selesai dan potensi terus menguat. Jangka pendek saham BRMS potensi menguji area resistance 670 jika breakout potensi menuju target kisaran 880-900. Stop loss jika candle kembali turun di bawah level psikologis 500. 

Saham BRMS Reversal dan Katalis Positifnya


Mengapa Harga Saham BRMS Turun Dalam Beberapa Bulan Terakhir?

Koreksi harga saham BRMS dipengaruhi oleh domestic indexing-related selling atau tekanan jual yang berkaitan dengan perubahan dan penyesuaian indeks domestik. Namun, penurunan harga saham tidak selalu berarti fundamental perusahaan ikut memburuk. BRMS ditopang oleh kombinasi cadangan emas besar, peningkatan produksi, kenaikan kadar bijih, pendapatan berbasis dolar, dan potensi tembaga Gorontalo.

Produksi Emas Memasuki Fase Akselerasi

Aset utama BRMS adalah tambang emas Citra Palu Minerals atau CPM. Produksi emas CPM diproyeksikan naik dari sekitar 71.800 ounce pada 2025 menjadi sekitar 179.000 ounce pada 2028. Artinya, produksi emas BRMS berpotensi meningkat sekitar 149% atau hampir 2,5 kali lipat dalam tiga tahun.

Katalis utamanya adalah transisi menuju tambang bawah tanah River Reef. Produksi awal ditargetkan dimulai pada pertengahan 2027, sedangkan bijih dengan kadar lebih tinggi diperkirakan mulai masuk ke fasilitas pengolahan sejak akhir 2026.

Potensi Tembaga Gorontalo

Selain emas, BRMS memiliki potensi tembaga melalui Gorontalo Minerals. Dari estimasi nilai Gorontalo Minerals tersebut, sekitar US$516 juta berasal dari cadangan emas dan sekitar US$3,01 miliar berasal dari potensi tembaga. Potensi tembaga Gorontalo saat ini lebih tepat diperlakukan sebagai optionality. Nilainya dapat menjadi katalis besar apabila hasil pengeboran, cadangan ekonomis, perizinan, kebutuhan belanja modal, dan jadwal pengembangannya terbukti sesuai harapan.

Rupiah Lemah Bisa Menjadi Natural Hedge bagi BRMS

Sebagian besar pendapatan BRMS berasal dari penjualan emas dan perak dalam dolar AS, sementara sebagian biaya tenaga kerja dan jasa lokal menggunakan rupiah.