LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

The Fed Tahan Suku Bunga, DXY Tertekan ke Level 100.80

Keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan Fed Funds Rate di kisaran 3,50%–3,75% memicu reaksi cepat di pasar valuta asing. US Dollar Index (DXY) langsung tertekan, turun 0,61% ke level 100,80. Langkah The Fed ini dinilai lebih dovish dibanding ekspektasi pasar yang sebelumnya mengantisipasi stance kebijakan yang lebih ketat.

Meskipun keputusan akhir adalah menahan suku bunga (hold), hasil voting menunjukkan adanya friksi di internal komite dengan hasil akhir 9-3. Tiga anggota FOMC—Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan—menyuarakan hawkish dissent dengan memilih kenaikan 25 basis poin (bps). Namun, perhatian pasar tertuju pada Kevin Warsh yang memilih untuk mendukung opsi hold, alih-alih bergabung dengan kubu hawkish. Sikap Warsh ini memberikan sinyal kuat bahwa konsensus mayoritas masih condong pada pelonggaran atau setidaknya sikap wait-and-see.

Faktor utama yang memicu pelemahan USD adalah absennya komitmen tegas dari FOMC mengenai arah kebijakan pada pertemuan September mendatang. Tanpa adanya forward guidance yang solid untuk kenaikan suku bunga lanjutan, pasar merespons dengan melakukan aksi jual pada Greenback. Sikap The Fed yang tidak terburu-buru ini memberikan ruang bernapas bagi mata uang negara berkembang (emerging market currencies) dan aset berisiko lainnya.

Pelemahan DXY ke level 100,80 ini mengonfirmasi bahwa pelaku pasar mulai melakukan pricing-in terhadap potensi berakhirnya siklus kenaikan suku bunga (tightening cycle). Secara teknikal, penurunan tajam ini mendekati support level krusial. Jika level 100,00 ditembus, pelemahan DXY dapat terakselerasi dan memicu capital inflow ke pasar saham dan obligasi di emerging markets.

Bagi pelaku pasar, fokus kini beralih pada rilis data ekonomi makro AS berikutnya, khususnya non-farm payrolls (NFP) dan data inflasi CPI. Selama data ekonomi tidak menunjukkan kejutan inflasi yang signifikan, The Fed diperkirakan akan mempertahankan stance moderat ini, menjaga volatilitas yield US Treasury tetap terkendali.