Di Q2 2026, 10 perusahaan menanggung 79% pertumbuhan EPS S&P 500. GOOGL sendirian berkontribusi 28 poin. Seberapa rapuh struktur laba indeks ini?
Angka ini cukup mengejutkan: di Q2 2026, sepuluh perusahaan menanggung 79% dari seluruh pertumbuhan EPS S&P 500 secara year-on-year. Alphabet seorang diri menyumbang 28 poin. NVIDIA, yang bahkan belum melaporkan hasil Q2-nya, sudah dikreditkan 9 poin dari ekspektasi konsensus.
Ini bukan fenomena baru — konsentrasi laba di indeks sudah berlangsung beberapa tahun — tapi skala di Q2 2026 ini ekstrem bahkan untuk standar post-pandemic. Ketika hampir empat perlima pertumbuhan indeks ditopang oleh satu dekade perusahaan, pertanyaannya bukan soal apakah pasar naik, tapi siapa yang sebenarnya menaikkannya.
Yang menarik adalah komposisi kontribusinya. Saham-saham AI infrastructure — NVDA, MU, AVGO — secara kolektif menyumbang 29 poin di Q2 2026, lalu diproyeksikan mendominasi lebih jauh di paruh kedua tahun ini: 54% di Q3 dan 53% di Q4. Ini mencerminkan siklus capex AI yang masih dalam fase akselerasi, dengan Micron dan Broadcom mulai menarik manfaat dari lonjakan permintaan compute dan memory bandwidth.
Tapi ada lapisan yang perlu dibaca lebih hati-hati. Sebagian dari angka laba musim ini — terutama di Alphabet dan Amazon — mengandung komponen other income berupa paper gains atas kepemilikan di perusahaan AI swasta. Ini bukan laba operasional. Artinya, basis laba yang terbentuk di 2026 sebagian bersifat non-recurring, dan secara aritmatika akan menjadi headwind komparatif di 2027 — bahkan tanpa perlu ada deteriorasi operasional sama sekali.
Ini menjelaskan mengapa proyeksi kontribusi Alphabet di 2027 berbalik dari +14 poin menjadi -16 poin, dan Amazon dari +8 menjadi -7. Bukan karena bisnis mereka memburuk, tapi karena base effect dari keuntungan investasi tahun ini akan menekan angka pertumbuhan YoY secara mekanis.
Konsekuensinya terhadap struktur indeks cukup signifikan: kontribusi gabungan top 10 diperkirakan turun dari 65% di 2026 menjadi 33% di 2027. Pertumbuhan indeks tetap ada — dan diperkirakan masih respectable — tapi bebannya akan beralih. Saham AI infrastructure diproyeksikan mengambil porsi 64% dari pertumbuhan EPS S&P 500 di 2027, naik dari 42% tahun ini.
Implikasinya bagi investor: jika 2026 adalah tahun di mana Alphabet dan Amazon mendominasi angka EPS indeks, maka 2027 berpotensi menjadi tahun di mana NVDA, MU, dan AVGO yang menentukan apakah S&P 500 bisa mempertahankan momentum pertumbuhan labanya. Broadcom yang baru melaporkan di September, dan NVIDIA di Agustus, akan menjadi dua titik data paling krusial untuk mengkalibrasi ulang ekspektasi tersebut.
Pasar yang terlihat lebar secara indeks bisa menyembunyikan dependensi yang jauh lebih sempit di bawahnya. Itulah yang sedang terjadi sekarang.