LIVE
BTC· ETH· BNB· SOL· XRP· ADA· DOGE· USD/IDR· EUR/USD· USD/JPY· USD/SGD·
•••
R Rikopedia Research Stock Research & Market Strategy

79% EPS S&P 500 Ditopang 10 Saham Ini

Top 10 saham S&P 500 menyumbang 79% pertumbuhan EPS Q2 2026. GOOGL dan NVDA dominan, tapi proyeksi 2027 justru membalik tren ini.


Angka pertumbuhan earnings S&P 500 terlihat solid di permukaan — tapi ketika dibedah per kontributor, gambarannya jauh lebih sempit dari yang diperkirakan kebanyakan investor.

Pada Q2 2026, hanya 10 perusahaan menyumbang 79% dari total pertumbuhan EPS year-on-year indeks S&P 500. Alphabet sendirian berkontribusi 28 poin, disusul Amazon dengan 16 poin. NVIDIA dan Micron masing-masing menambahkan 9 dan 10 poin. Sisanya — ratusan perusahaan lain di dalam indeks — hanya mengisi 21% sisanya.

Ini bukan anomali satu kuartal. Sepanjang full year 2026, top 10 ini diproyeksikan menyumbang 65% dari total pertumbuhan EPS indeks. Angka yang cukup ekstrem untuk indeks yang terdiri dari 500 perusahaan.

Yang lebih menarik adalah komposisi kontribusi tersebut. Sebagian dari lonjakan earnings — terutama dari GOOGL dan AMZN — bukan berasal dari operating profit yang murni, melainkan dari paper gains atas investasi privat di sektor AI yang dicatat sebagai other income. Artinya, pertumbuhan EPS yang terlihat di headline tidak sepenuhnya mencerminkan kekuatan bisnis inti perusahaan-perusahaan ini.

Implikasinya langsung terasa di proyeksi 2027. Karena revaluasi investasi tahun ini menjadi high base untuk tahun depan, GOOGL yang tahun ini berkontribusi +14 poin ke pertumbuhan EPS indeks, tahun depan justru menjadi drag sebesar -16 poin. Amazon bergerak dari +8 poin menjadi -7 poin. Secara agregat, kontribusi top 10 anjlok dari 65% di 2026 menjadi hanya 33% di 2027.

Satu-satunya segmen yang proyeksinya justru menguat ke depan adalah AI infrastructure stocks — yang diperkirakan menyumbang 64% dari pertumbuhan EPS indeks pada 2027, naik signifikan dari 42% di 2026. NVDA dan AVGO menjadi kandidat utama di sini, dengan NVDA diproyeksikan berkontribusi 23 poin dan AVGO 9 poin di 2027.

Artinya, terjadi semacam torch passing dalam narasi earnings S&P 500: dari perusahaan yang untung dari AI investment gains (GOOGL, AMZN) ke perusahaan yang langsung menjual infrastruktur AI-nya (NVDA, AVGO, MU). Apakah permintaan infrastruktur AI benar-benar akan se-robust yang diasumsikan konsensus — itulah pertanyaan yang menentukan apakah proyeksi 2027 bisa terealisasi atau tidak.

Pasar dengan konsentrasi earnings setinggi ini punya karakteristik yang perlu dipahami: ketika satu atau dua nama besar miss ekspektasi, dampaknya ke indeks tidak proporsional. Margin for disappointment jauh lebih tipis dibanding yang tersirat dari angka pertumbuhan EPS agregat. Musim earnings yang dimulai dari JPM (14 Juli), GOOGL (22 Juli), hingga NVDA (26 Agustus) akan menjadi rangkaian data point kritis yang menentukan apakah narasi ini bertahan atau mulai retak.